HETANEWS

Negosiasi Dagang AS-Tiongkok Dijadwalkan 10 Oktober

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. FOTO: AFP

Beijing, hetanews.com - Pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dijadwalkan dilanjutkan pada 10-11 Oktober di Washington DC. Dalam konteks itu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He akan mewakili delegasi dari Beijing. Pertemuan kembali dua negara ini diharapkan positif mencapai kata sepakat terkait perdagangan.

 
Mengutip CNBC, Sabtu, 28 September 2019, Liu mengunjungi Washington pada musim semi ini dengan status utusan khusus. Kondisi ini menempatkan dia untuk bernegosiasi atas nama Presiden Tiongkok Xi Jinping dan berjanji membeli kedelai Amerika Serikat di Kantor Oval dengan Presiden AS Donald Trump.

 
Akan tetapi, jabatan Liu malah dicopot untuk perjalanan berikutnya, setelah kelompok garis keras di dalam Partai Komunis menolak keras beberapa konsesi yang telah ia setujui. Gedung Putih, Departemen Keuangan, dan Kantor Perwakilan Perdagangan AS tidak menanggapi permintaan komentar CNBC terkait persoalan tersebut.

Pejabat Administrasi Trump mengharapkan pembicaraan dengan Beijing, yang terhenti awal tahun ini di tengah perselisihan tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan, akan dilanjutkan bulan depan. Bahkan, pembicaraan itu diharapkan bisa mencapai kata sepakat demi kepentingan bersama, terutama ekonomi dunia.

 
Kedua negara adikuasa ekonomi dalam beberapa pekan terakhir telah melihat pencairan bertahap dalam ketegangan perdagangan. Kondisi itu tentu bisa berdampak terhadap negosiasi atas kesepakatan menyeluruh yang akan mengatasi defisit perdagangan AS dengan Tiongkok, pencurian properti intelektual, dan pemindahan teknologi secara paksa.

 
Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan Beijing telah membeli sejumlah besar kedelai dan produk daging babi AS menjelang putaran pembicaraan berikutnya. Pengumuman itu menandai perubahan besar dalam hubungan dari sebulan sebelumnya, ketika Beijing menangguhkan semua pembelian produk pertanian AS.

 
Di sisi lain, Kepala Eksekutif Warburg Pincus Charles Kaye memperkirakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok bakal berlarut-larut selama dekade berikutnya, sehingga investor harus belajar untuk beroperasi di bawah ketidakpastian yang berkepanjangan. Meski demikian, tetap ada harapan agar ketegangan segera hilang demi kepentingan bersama.

 
Dua ekonomi teratas dunia ini telah terlibat dalam perang dagang yang dimulai setahun lalu dengan dimulai pertarungan tarif. Namun, kondisi itu meluas ke bidang-bidang lain seperti teknologi. Ketika perselisihan berlanjut, banyak investor dan analis semakin menurunkan harapan mereka untuk kedua negara segera menemukan resolusi cepat.

 
"Ada banyak perdebatan tentang negosiasi perdagangan saat ini dan apakah kesepakatan terjadi atau tidak. Saya pikir pandangan yang lebih luas yang saya miliki adalah bahwa kita semua hanya perlu belajar untuk hidup dengannya," kata Charles Kaye.

 
"Kita harus hidup dengan ketidakpastian dan dinamika bahwa akan ada titik kolaborasi dan titik kontes, dan mudah-mudahan tidak ada yang berubah menjadi sesuatu yang entah bagaimana memiliki dimensi negatif untuk itu," pungkasnya.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.