HETANEWS

Dekan Uniska Periksa 6 Mahasiswi Pembawa Poster 'Zinahi Aku'

Enam mahasiswi Uniska pembawa poster seronok saat demonstrasi menolak sejumlah RUU di gedung DPRD Kalsel, Kamis (26/9).

Banjarmasin, hetanews.com - Enam Mahasiswi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjary, Kota Banjarmasin, yang membawa poster 'Zinahi Saja Aku! Jangan Zinahi Negaraku!' masih berstatus mahasiswa baru (Maba). Keenam mahasiswi ini baru saja duduk di bangku kuliah pada awal September 2019.

Mereka turut ikut aksi demonstrasi menolak sejumlah RUU kontroversial di depan gedung DPRD Kalimantan Selatan, Banjarmasin pada Kamis (26/9/2019). Mereka berpose seraya membentangkan poster ‘Zinahi Saja Aku! Jangan Zinahi Negaraku!’ di seberang gedung DPRD Kalsel.

Keenam mahasiswi baru ini dari diketahui berasaal dari Fakultas Ekonomi Uniska Banjarmasin. Mereka satu kelompok saat Orientasi Pengenalan Kampus yang dilaksanakan civitas akademika Uniska pada 3-5 September lalu.

"Mereka satu kelompok saat PKK Maba (mahasiswa baru, red) kemarin," ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsika, Fauzan Nur Bestari, saat dikonfirmasi banjarhits.id, Jumat (27/9/2019).

Fauzan mengungkapkan, pihak kampus sudah memanggil enam mahasiswi ini untuk diklarifikasi. Selain itu, keenam mahasiswi ini juga sudah meminta maaf atas kesalahan ketika demonstrasi.

"Mereka sudah dipanggil dekan. Dan sangat menyesali atas perbuatan itu. Mereka juga berjanji tak akan mengulangi lagi," ucap Fauzan.

Poster bertuliskan kata-kata yang dinilai kurang pantas itu ternyata bukan tulisan keenam mahasiswi itu. Fauzan mengatakan, keenam mahasiswi itu kebetulan hanya menumpang berfoto sambil membentangkan poster tulisan tak senonoh.

Adapun Wakil Rektor III Uniska, Idzani Muttaqin, menyesalkan tindakan yang dilakukan para mahasiswi baru tersebut. Dia mengingatkan bahwa Uniska sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai keislaman.

Oleh karena itu, Muttaqin menilai keenam mahasiswi ini harusnya bisa bersikap sesuai landasan norma di kampus.

"Sangat menyayangkan, karena mereka kuliah di kampus yang bernuansa islami. Harusnya bisa menjaga nama baik kampus," ujar Muttaqin.

Dia menambahkan, hingga saat ini, pihak rektorat masih menunggu Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari fakultas yang bersangkutan untuk selanjutnya dilakukan pengkajian oleh Lembaga Etik Uniska Banjarmasin.

Civitas akademika Uniska memiliki Lembaga Etik yang bertugas sebagai kontrol atas tindak tanduk mahasiswanya yang bermasalah. "Belum masih ditunggu BAP-nya. Karena kami ada lembaga etik yang memutuskan," imbuhnya.

Lantas, apakah keenam mahasiswi akan mendapat sanksi berat dari kampus? Muttaqin masih belum bisa memastikan. Namun, menurut dia, kecil kemungkinan keenam mahasiswi ini mendapat sanksi berat. "Sepertinya tidak," tutupnya.

Sumber: KUMPARAN

Editor: tom.