HETANEWS

Kota Siantar Menjadi Tuan Rumah Konfrensi Gereja Lutheran Se Asia

Foto bersama Panita Konfresi Pimpinan Gereja Lutheran, Jumat (27/9/2019)

Siantar, hetanews.com - Kota Pematangsiantar menjadi tuan rumah Konfrensi pimpinan Gereja Lutheran se Asia. Ini pertama kalinya Kota Pematangsiantar menjadi tuan rumah The Lutheran World Federation [LWF] se Asia.

Ketua Panita Konfrensi, Pdt. Batara Sihombing mengatakan susunan panitia konfrensi pimpinan Gereja Lutheran se Asia ini adalah pimpinan Gereja HKI, GKPS dan GKPI di Kota Pematangsiantar.

"Konfrensi pimpinan Gereja Lutheran Asia ini pertama kali di diadakan di Kota Pematangsiantar. Peserta yang hadir ada 149 orang. Gereja-gereja Lutheran di Asia itu ada 55 Gereja. Peserta ini dari 19 negara," jelasnya, Jumat (27/9/2019).

Disamping itu, panitia konfrensi juga mengundang pimpinan Gereja Lutheran Amerika, Australia dan tentunya kantor pusat Lutheran World Federation, Swiss.

Konfrensi mengambil tema 'Menghadirkan Perdamaian Melalui Hubungan Antar Agama di Asia'. Berlangsung Rabu 2-8 Oktober 2019 di Kota Pematangsiantar.

"Melalui tema ini kita melihat Agama-agama itu banyak lahir di Asia. Di lain sisi kita juga melihat banyak konflik, ketidak harmonisan, diskriminasi muncul di Asia," ungkapnya.

Dalam konfrensi ini, kata Pdt Batara, akan dibahas bagaimana hubungan antar agama di Asia khususnya di Indonesia, untuk memastikan bahwa hubungan antar beragama itu benar-benar mengalirkan damai. 

"Sehingga dengan demikian akan berkurang, praktek-praktek rasialisme, diskriminasi dan konflik," ungkapnya. 

Melalui kegiatan ini, harapannya semua pengikut agama hidup rukun damai untuk membangun bangsa, termasuk bangsa Indonesia. 

Sebelum acara kegiatan itu dilaksanakan, didahului oleh pertemuan Jaringan Reformator Muda Global atau Global Young Reformis Network seluruh dunia, yang dimulai 29 September-2 Oktober di Hotel Sapadia Kota Pematangsiantar.

"Jadi Gereja Lutheran itu, ingin terus meneruskan reformasi yang dimulai Martin Luther. Jadi selalu dikatakan reformasi itu terus berkelanjutan. Tidak hanya terjadi 500 tahun yang lalu,  tapi terus berkelanjutan," imbuhnya.

"Dengan itu Reformator muda diajak bertemu bersama, memiliki keinginan bersama, apa yang perlu direformasi di kehidupan kita dan kehidupan Gereja," jelasnya.

Penulis: gee. Editor: edo.
Komentar 1
  • Johan Ananda
    Selamat.. mari kita afresiasi.. mari kita kpngkritkan memberdayakan putra putri bangsa simalungun.. menjadi tokoh, menjadi aparatur sipil negara, menjadi ketua pengadilan, menjadi kepala jaksa, dan menjabat jabatan strategis di kota siantar simalungun jaya raya.