HETANEWS

LBH Medan Kecam Tindakan Represif Polisi Amankan Demo: Ciderai Demokrasi dan Langgar HAM

Wakil Sekjen LBH Medan Irfan Syahputra (Baju batik).

Medan, hetanews.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengecam tindakan represif polisi dalam melakukan pengamanan aksi demontrasi mahasiswa yang berakhir ricuh pada Selasa (24/9/2019) lalu. Mereka menilai cara aparat menangani pengunjuk rasa menciderai demokrasi di Indonesia dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Wakil Sekjen LBH Medan Irfan Syahputra mengatakan, polisi gagal dalam mengamankan tugas di sektor keamanan sebagai pengayom masyarakat. Sebab dalam sistem negara demokrasi, kebebasan berpendapat dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 serta UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Akibat tindakan represif polisi, puluhan mahasiswa luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit," ujar Irfan Syahputra, Jumat (27/9/2019).

Irfan juga menyesalkan penangkapan para mahasiswa saat unjuk rasa. Dia berharap polisi secara transparan mengungkap kasus kericuhan yang terjadi.

"Harapan kami teman-teman mahasiswa yang ditangkap saat demonstrasi ricuh dapat segera dibebaskan jika tidak terbukti melakukan kericuhan seperti yang digambarkan," katanya.

LBH Medan juga meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto agar mengevaluasi secara menyeluruh anggotanya. Khususnya oknum yang bertindak represif terhadap mahasiswa saat demontrasi.

"Kami minta Kapolda mengevaluasi jajarannya. Apa personel di lapangan sudah benar dalam menjalankan undang-undang terkait pengamanan,” tuturnya.

Diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa berbagai perguruan tinggi berujung ricuh di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (24/9/2019). Polda Sumut mengamankan 55 orang dan menetapkan 40 di antaranya sebagai tersangka. Selain itu, 12 personel polisi juga diperiksa propam atas penganiayaan ke mahasiswa saat demo yang videonya viral.

sumber: inews.id

Editor: sella.