Siantar, hetanews.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa Siantar-Simalungun tolak RUU KUHP didepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siantar, tepatnya di Jalan H Adam Malik, Kamis (26/9/2019).

Mereka yang berjumlah ribuan disambut para anggota dewan maupun Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus dan melontarkan kritikan pedas . Kritikan itu disampaikan salah satu mahasiswi Universitas Simalungun, Dina Tanjung. 

Dalam orasinya, Dina dihadapan sejumlah anggota dewan mengatakan entah apa yang merasuki bapak DPRD, karena mereka tidak tau apa yang merasuki anggota DPRD.

"Kami tidak tau bapak sadar atau tidak sadar, mencetuskan kalau wanita pulang jam 10 malam didenda, pak bapak bayangi, saya makan apa kalau kakak saya bekerja pulang jam segitu didenda," teriaknya dengan memakai alat pengeras suara.

Dalam hal ini juga, Dina dengan lantangnya mengatakan kalau mereka tidak minta banyak kepada anggota dewan, mereka hanya meminta jangan nodai Tanah Air Indonesia dan jangan perkosa demokrasi. 

"Cukup kami yang 'diperkosa' rindu yang tidak dibayar, scin care mahal bu, menghitamkan kulit gampang. Jadi mari kita sama-sama tolak RUU KUHP, sekarang hidup kita enak bu pak, dunia berputar, mana tau besok kita nguli dijalan. Sekarang juga bapak hidup enak nunggu gaji ditransfer dari bank, terus kita gak tau apa apa jadi gelandangan, malah ditahan," katanya.

Lanjutnya mengatakan, kami bukan hanya satu kali ini aja melakukan aksi, kami akan memantau bagaimana sekarang kinerja pemerintahan ini, karena kami tidak mau demokrasi kami diperkosa.