HETANEWS

Baru Seminggu di Siantar, Penadah Sepeda Motor Terancam 1 Tahun Penjara

Terdakwa ketika hendak dimasukkan kedalam sel tahanan. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa kasus penggelapan, Josep Paber Manurung alias Grendy (27), dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (25/9/2019).

Dalam sidang beragendakan tuntutan tersebut, dipimpin majelis hakim yang diketuai Danar Dono, dengan dibantu dua anggotanya, Risbarita Simorangkir dan Hendrik.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, Josep Paber Manurung alias Grendy, berupa pidana penjara selama 1 tahun penjara, dikurangkan selama masa penahanan yang telah dijalani terdakwa, dengan perintah terdakwa agar tetap ditahan,"ungkap JPU R.O. Damanik.

Selain itu, terdakwa yang berdomisili di Jalan Dusun I, Kelurahan Penonggol, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun ini, terbukti sebagai penadah, dan diancam pidana dalam pasal 480 ke-1 KUHP.

Selesai membacakan tuntutan, terdakwa dipersilahkan membuat permohonan secara lisan, di depan majelis hakim.

"Saya minta agar hukuman saya diringankan, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Anak saya masih kecil dan baru lahir seminggu," mohonnya kepada majelis hakim.

Setelah keluar dari ruang sidang, awak media ini menanyakan, sudah berapa lama terdakwa menjadi penadah sepeda motor? Dijawabnya, baru 1 minggu.

"Baru satu minggu saya menjadi penadah bang, saya juga baru pulang dari Malaysia. 1 minggu disini (kota Siantar), saya langsung ditangkap bang," ujarnya, sembari meninggalkan awak media.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pada hari Sabtu, 29 Juni 2019, terdakwa melihat sosial media Facebook yakni Blackmarket Tebing Tinggi, dan ada akun bernama Putri Angelia, memposting gambar 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion, dengan harga penawaran sebesar Rp 2 juta.

Kemudian terdakwa tertarik, namun terdakwa tidak memiliki uang tunai sebesar Rp 2 juta.

Lalu terdakwa menawarkan, agar Yamaha Vixion tersebut, dibarter dengan 1 unit Honda Beat, ditambah dengan uang tunai Rp 600 ribu.

Kemudian terdakwa Ryadi Rizki Sinaga, Joys ( berkas terpisah), sepakat untuk bertemu.

Namun saat menerima sepeda motor dari Reyadi, terdakwa tidak menerima STNK maupun BPKB dari sepeda motor Yamaha Vixion.

Terdakwa hanya membayangkan keuntungan, karena mendapatkan sepeda motor yang harganya sangat murah.

Penulis: res. Editor: gun.