HETANEWS

Menkeu: Pemerintah akan Fokus Jaga Pondasi Pasar Keuangan

Menkeu Sri Mulyani. Medcom/Eko.

Jakarta, hetanews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam terkait kondisi pasar keuangan Indonesia yang tertekan pascademonstrasi besar-besaran dalam dua hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat ambruk dan nilai mata uang rupiah sempat melemah.

 
“Pokoknya kita akan jaga fondasinya saja, sehingga kita akan tetap komunikasikan kepada pelaku usaha mengenai Indonesia yang stabil dan tetap terkelola dengan baik,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

 
Kendati begitu, Sri menyebut jika pelemahan rupiah ini bukan hanya faktor demonstrasi mahasiswa. Di sisi lain, faktor pelemahan ekonomi global juga memengaruhi hal tersebut. Oleh karena itu, menurutnya, tekanan global juga perlu diwaspadai, salah satunya, dengan cara menetralisir dari dalam sisi kebijakan yang bisa meningkatkan permintaan domestik.

Sri Mulyani menilai sentimen negatif ini hanya bersifat sementara. Sebab, secara fundamental, beberapa indikator ekonomi makro Indonesia berada dalam kondisi yang cukup stabil.

 
“Mungkin kita harus melihat dalam konteks yang besar. Selama ini stabilitas di sektor keuangan, fundamental kita dari sisi makro ekonomi yang biasanya men-drive sentimen dan juga dari sisi masing-masing sektor,” tuturnya.

 
IHSG rebound pada penutupan perdagangan hari ini. Gerak IHSG memantul setelah sentimen dari dalam negeri sudah mulai mereda. Di sisi lain gerak mata uang rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini.

 
IHSG naik 8,79 poin ke 6.146 pada perdagangan Rabu, 25 September 2019. LQ45 minus 0,40 persen. JII naik 1,28 poin. Volume perdagangan sebesar lima miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 221 saham turun, 149 saham tak bergerak, dan 173 saham tak diperdagangkan. Sektor saham konsumer naik paling tinggi pada perdagangan hari ini.

 
Pergerakan mata uang rupiah tercatat menurun. Bloomberg melansir mata uang rupiah melemah ke Rp14.151 per USD. Yahoo finance mencatat mata uang rupiah melemah 35 poin menjadi Rp14.145 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah berada pada Rp14.134 per USD.
 

Sumber: medcom.id

Editor: tom.