HETANEWS

Dituntut 7 Tahun, Pembeli dan Penjual Sabu Minta Keringanan

Terdakwa Jahiman, berjalan beriringan dengan terdakwa Nikolas, meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Nikolas Syahputra (23), terbukti membeli sabu dari terdakwa, Jahiman Saragih (42), masing-masing dituntut 7 tahun, denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan penjara.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa, Ade Jaya Ismanto SH, di PN Simalungun, Rabu (25/9/2019).

Keduanya, warga yang sama di Huta Silandoyong, Nagori Silau Panribuan, Kecamatan Silau Kahen, dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, kedua terdakwa secara bergantian, memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya mohon hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,"kata terdakwa.

Berawal dari tertangkapnya Nikolas Syahputra, pada Minggu, 14 April 2019, dengan barang bukti, 2 paket sabu seberat 0,30 gram (bruto), di rumahnya, dengan kaca pirex, pipet dan bong. Sabu tersebut, diakui dibeli dari terdakwa Jahiman.

Saksi polisi, Haposan Napitu dan HP Sinaga, langsung memburu Jahiman, dan menangkapnya, di rumahnya. Tak bisa mengelak lagi ketika dipertemukan dengan Nikolas.

Terdakwa Jahiman, mengaku menjual 2 paket sabu kepada Nikolas seharga Rp.100 ribu dan kedua Rp.80 ribu. Sebelumnya, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi yang diterima petugas.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim, Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.