HETANEWS

Hakim Sebut Penuntutan Tidak Dapat Diterima Setalah 4 Kali Sidang Ditunda

Pasutri berjalan beriringan saat masih patuh mengikuti persidangan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, menyatakan "penuntutan tidak dapat diterima" dan berkas dikembalikan kepada jaksa, dalam persidangan, Rabu (25/9/2019), di PN Simalungun.

Karena sudah 4 kali persidangan ditunda, sedangkan jaksa, belum dapat membacakan tuntutannya. Karena terdakwa, Ricardo Simanjuntak als Kardo (47) dan Monita Siska Suherli Pulungan als Mak Dita (37), sudah melarikan diri.

Menurut jaksa, kedua pasutri yang didakwa sebagai penipu ini, sebelumnya berstatus tahanan kota, dengan jaminan, tidak akan melarikan diri dan secara patuh mengikuti jalannya persidangan.

Setelah agenda persidangan dilalui, baik pembacaan dakwaan, keterangan saksi dan juga keterangan terdakwa hadir dalam persidangan.

Tapi saat akan pembacaan surat tuntutan, pasutri ini tidak lagi  berada di tempat (melarikan diri). Sehingga hakim, menetapkan, agar terdakwa ditahan hingga akhirnya tim jaksa, mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap pasutri ini.

Aries Ginting SH, salah satu hakim anggota yang juga humas menjelaskan "karena penuntutan tidak dapat diterima, dan jika kedua terdakwa sudah ditemukan dan ditangkap, maka tim jaksa dapat membacakan tuntutannya lagi,"jelasnya.

Jaksa Hiras Afandi Silaban SH yang dikonfirmasi wartawan usai persidangan, membenarkan hal tersebut. "Kami telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap 2 terdakwa itu. Sebagaimana keterangan pangulu, bahwa pasutri ini sudah tidak ada lagi di rumahnya, bahkan anaknya jadi tidak sekolah,"ungkapnya.

Sebelumnya, kedua pasutri ini telah didakwa melakukan penipuan terhadap  saksi korban, Dr. Kristin Riviera Mart Nahampun MM, hingga Rp 235 juta. Jaksa menjerat keduanya, dengan pasal 372 ataupun pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Penulis: ay. Editor: gun.