Siantar, hetanews.com - Sidang pra peradilan (Prapid) dalam kasus dugaan galian C, yang mana Polres Siantar, menyita dan mempolice line dua unit alat berat ekskavator milik Getruida Rusli Manullang, telah usai digelar, Selasa (24/9/2019).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar, menolak seluruh gugatan prapid dari pemohon.

Sidang putusan tersebut, dipimpin hakim tunggal, M Nuzuli SH, MH, dengan panitera, Willy Sitorus, yang berlangsung pukul 11.00 WIB.

Dengan dihadiri kedua pihak, yaitu pemohon, Getruida Rusli Manullang, melalui kuasa hukumnya, Daulat Sihombing dari Sumut Watch dan pihak termohon, Kapolres (Termohon l), Kasat Reskrim AKP Iptu Nur Istiono (Termohon II), Ipda Malon Siagian (Termohon III) dan Ipda Aswan Ginting (Termohon IV), yang dikuasakan kepada Kabag Hukum Polres Siantar, AKP Ruslan, bersama timnya, Bripka Ramses Simanjuntak.

Adapun objek prapid yang dilayangkan pemohon, yaitu tentang pelaksanaan pemasangan police line, terhadap dua unit alat milik pemohon yang dilakukan oleh Polres Siantar, dan dianggap tidak sah.

Selain pemasangan garis polisi, Polres Siantar, juga menyita dua unit ekskavator milik pemohon, yang juga dianggap tidak sah.

Baca juga: Polda Sumut Diminta Turun Atasi Galian C di Siantar

Kabag Hukum Polres Siantar, AKP Ruslan melalui timnya, Bripka Ramses Simanjuntak SH, ketika ditemui di Polres Siantar menyampaikan, sidang prapid dilaksanakan, sejak Senin (14/9/2019) lalu, hingga Selasa (24/9/2019), dengan agenda permohonan jawaban/bantahan, replik, duplik, pembuktian surat dan saksi.

Disebutkan Bripka Ramses, eksepsi termohon ditolak seluruhnya, sehingga dilanjutkan pada pokok perkara.

"Pokok perkara sidang prapid putusan, majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, menolak permohonan dari pemohon seluruhnya dan menyatakan, tindakan termohon dalam pemasangan police line, dan penyitaan dua unit alat berat ekskavator milik pemohon, dinyatakan sah menurut hukum,"tegas Bripka Ramses.

Terkait biaya selama sidang, dibebankan seluruhnya kepada pihak Pemohon. Lalu majelis hakim, mengetuk palu, tanda akhirnya persidangan.

Bripka Ramses Simanjuntak, kembali menambahkan, apa yang dilakukan oleh pihaknya dalam penanganan kasus dugaan galian C ini, dianggap sudah sesuai dengan hukum.

"Setelah sidang putusan ini, akan dilakukan penyidikan selanjutnya, sesuai dengan Undang-Undang dan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia (RI)," pungkas Bripka Ramses.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Siantar, didampingi dua orang personil Denpom 1/1 Pematangsiantar, melakukan penggerebekan terhadap lokasi galian C milik pemohon (Getruida Rusli Br Manullang), di Jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba.

Dalam penggrebekan tersebut, petugas mengamankan dan memasang garis polisi, terhadap alat berat ekskavator. Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya pada bulan Agustus 2019, Satreskrim Polres Siantar, kembali menggrebek lokasi galian C milik pemohon, di Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Dari penggrebekan tersebut, petugas mengamankan mobil dump truck, bermuatan tanah dan menyita ekskavator yang lalu oleh Satreskrim Polres Siantar dititipkan ke Mako Brimob Subden II B Pematangsiantar.