HETANEWS.COM

Kebakaran Lahan juga Terjadi di Asahan, Ini Tanggapan Pemkab dan Polda Sumut

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Perbaungan Pasar 20, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. (foto/ren)

Asahan, hetanews.com - Sejak dua bulan terakhir ini, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau, kian hari kian meningkat. Puncaknya, pada sembilan hari lalu, atau tepatnya, pada Sabtu (14/9/2019) lalu, kabut asap tebal menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi itu, terutama di Kota Pekanbaru.

Hal itu tentu saja menyulut dan memantik emosi khalayak ramai, karena peristiwa ini memang menjadi perhatian serius yang hampir setiap tahunnya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintahan RI yang hingga detik ini, belum juga menemui titik terang.

Seolah menjadi 'tontonan epik dan referensi' bagi  masyarakat di daerah lain, pada Senin (23/9/2019), di Desa Perbaungan Pasar 20, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, juga terjadi peristiwa yang belakangan ini menjadi isu nasional.

Berdasarkan data dan sumber yang berhasil dihimpun hetanews.com, kejadian tersebut diduga sengaja dilakukan oleh warga sekitar, yang ingin membuka lahan konsesi dan garapan untuk kemudian ditanami pohon kelapa sawit dan palawija.

Petugas BPBD Asahan saat memadamkan api yang membakar lahan di Desa Perbaungan Pasar 20, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. (foto/ren)

Tidak tanggung-tanggung, sekitar 30-an hektar lebih lahan gambut di tanah 'rambate rataraya'  ini, juga rencananya akan dikomersilkan untuk mengahasilkan pundi-pundi rupiah, bagi para 'cukong' dan pengusaha, di daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Asahan, Jhon Hardi Nasution melalui Kadarlog, Khaidir Sinaga saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) telah melakukan upaya pencegahan dan persuasif.

"Jauh-jauh hari sebelum kejadian ini, kita sudah sering melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi serta pemahaman kepada warga dan masyarakat disini (Sei Kepayang, red). Tidak mungkin juga kita bisa pantau mereka selama 24 jam kan?,"ucap Khaidir saat dilokasi.

Masih kata Khaidir, selain nelayan, sebagian dari warga di daerah itu memang melakukan aktifitas kesehariannya dengan bercocok tanam, mulai dari petani kelapa, petani palawija sampai kelapa sawit.

Warga bersama pihak Kepolisian saat memantau langsung lokasi kebakaran lahan. (foto/ren)

"Pada hari Selasa (17/9) lalu, juga sempat terjadi hal serupa, namun tidak seluas ini. Alhamdulillah, kita (BPBD Asahan dan Basarnas Tanjungbalai, red) berhasil memadamkannya waktu itu,"tambah Khaidir yang pernah mengenyam pendidikan di IPDN Kampus Jatinangor ini.

Terakhir, pihaknya yang dalam hal ini Pemkab Asahan, bersama Forkompinda juga berpesan dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah, jika tidak mendesak.

Terpisah, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto melalui Kabid Humas, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat dimintai tanggapannya, menyampaikan, telah mengeluarkan maklumat nomor: Mak/04/IX/Huk.12.12/2019 yang ditujukan bagi Polres sejajaran dan masyarakat Sumut pada umumnya.

"Hari ini, Senin (23/9/2019), Bapak Kapolda Sumut telah mengeluarkan maklumat tentang pencegahan dan upaya penanganan musibah kabut asap yang terjadi di Sumatera Utara,"ucap eks Kapolres Asahan ini kepada hetanews.com, melalui seluler.

Penulis: rendi. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!