HETANEWS.COM

Tenggelam di Danau Toba, Kematian Siswi SMA Negeri 1 Siantar Simpang Siur, Begini Penuturan Kasek

Bona Sihombing, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siantar, ketika diwawancarai di rumah duka, Senin (23/9/2019) siang. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Rombongan guru dan siswa/i  SMA Negeri 1 Siantar, datang melayat ke rumah duka, Putri Margaretty Sinambela (16), di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.

Seperti diketahui, Putry Margaretty Sinambela, merupakan korban tenggelam, di perairan Danau Toba Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Mayatnya berhasil ditemukan, pada Minggu (22/9/2019) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pantauan hetanews.com, rombongan guru dan teman – teman korban satu sekolah tersebut, tiba di rumah duka, pada Senin (23/9/2019) siang, pukul 12.00 WIB. Mereka langsung masuk ke rumah duka.

Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Siantar, Bona Sihombing ketika ditemui di rumah duka menyampaikan, Putry Margaretty Sinambela, tewas tenggelam saat mengikuti program tahunan sekolah (SMA Negeri 1 Siantar,red) yaitu Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu, (Perjusami) yang dimulai, pada hari Jumat (20/9/2019) hingga Minggu (22/9/2019), lalu.

"Untuk kronologisnya, dari sekolah kita berangkatkan sekira pukul 09.00 WIB, dan setibanya di lokasi Aek Jordan, pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, para siswa langsung  melakukan pemasangan tenda untuk tempat penginapan para anak didik yang berkemah," jelas Bona Sihombing, ketika diwawancarai.

Guru SMA Negeri 1 Pematangsiantar, berbaris saat hendak masuk kedalam rumah duka, Senin (23/9/2019) siang. (foto/hza)

Selesainya pemasangan tenda, para siswa/i yang menjadi peserta perkemahan, melakukan apel di lokasi, dan sekaligus melakukan pendataan terhadap siswa/siswi yang mengukuti perkemahan di Pantai Aek Jordan yang merupakan tempat kemah tahunan.

Dikatakan Bona lagi, Putri Margeretty Sinambela, yang tewas tenggelam, merupakan salah satu anggota Karya Ilmiah Remaja (KIR).

"Kejadian itu bermula, mulai tanggal (21/9/2019) sekira pukul 13.00 WIB sampai pada pukul 16.00 WIB, merupakan bagian dari program pelaksanaan organisasi peserta didik dan kegiatan-kegiatan mereka, merupakan di bawah naungan OSIS SMA Negeri 1 Siantar," ujarnya.

Ketika melakukan kegiatan, mereka tengah membuat atau menyuarkan, berupa yel-yel yang ada pada setiap organiasasi, di lokasi pantai Aek Jordan.

"Lokasi perkemahan berada tepat, di tepi pantai. Karena kurang luas wilayah, sehingga para siswa/ siswi saling bergeseran-bergeseran dan hal ini menyebabkan salah satu organisasi Karya Ilmial Remaja (KIR) terjerembab dan saling menolong sesam siswa. Dari informasi dari pengakuan siswa, Putri Margaretty Sinambela, sudah naik ke atas," katanya.

"Menurut pengakuan dari pemillik Hotel mengatakan, Putry Margaretty Sinambela sudah permisi ke arah Ajibata. Jadi, setelah kami melakukan pendataan, anggota KIR kehilangan salah satu anggotanya dan saat itu kami langsung melakukan pencarian terhadap Putri Margaretty Sinambela hingga melaukan pencarian ke wilayah Ajibata sampai ke Horsik, dimana pencarian dilakukan sampai larut malam, namun belum juga ditemukan," ungkapnya.

Warga, guru serta pada siswa/i SMA Negeri Pematangsiantar, ketika melayat di rumah duka, Senin (23/9/2019) siang. (foto/hza)

Pasca kehilangan satu orang siswinya, Bona Sihombing mengatakan, pihak Basarnas dan Kepolisian datang ke lokasi. Mereka langsung melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadapnya.

"Basarnar dan Kepolisian datang atas laporan masyarakat dan langsung melakukan BAP. Kami ceritakan kronologisnya kepada pihak-pihak yang datang," ucap Bona Sihombing.

Saat disinggung kembali, bahwasanya Putry Margaretty Sinambela telah naik ke atas, Bona Sihombing menyampaikan, menurut dari lima orang siswa, Putry sudah naik ke atas.

"Putry sudah berada di atas. Karena Putry ini sudah mengetahui dari pada renang. Kami yang tidak mengetahui, makanya yang tidak mengetahui ini melihat Putry sudah di atas. Sebenarnya, pas yel-yel itunya terjerembabnya," ucapnya.

Disebutkan Bona lagi, yang ikut perkemahan, ada 21 guru pembimbing, termasuk kepala sekolah.

Terakhir sebelum meninggalkan rumah duka, Bona Sihombing sempat mengatakan, simpang siurnya kedaan yang menyebut Putry sudah naik.

"Itu lah yang kita khawatirkan tempat dia terjerembab. Kita belum mengetahuinya, karena simpang siurnya berita tadi. Si anak mengatakan sudah naik, si hotel mengatakan sudah berangkat ke Ajibata. Jadi kita seolah-olah tidak ada perasaan kita, dia yang tinggal di danau itu. Kami masih menjaga dari pada berita ini dan akan kita pastikan. Apakah di danau atau sudah berangkat ke Ajibata," pungkasnya.

Penulis: tim. Editor: gun.
Komentar 1
  • Boyke Stak58
    300 lebih siswa, 21 guru, 1 kepsek, tidak mengetahui kawannya pergi entah kemana ? Kalau lokasi tidak memadai kenapa memilih lokasi itu ?