HETANEWS

Gagasan Besar Siantar untuk Dunia, Hinca Panjaitan: Pecandu Narkoba Sembuh dengan Minum Tuak!

Hinca Panjaitan, Anggota Komisi III DPR RI, ketika berbincang dengan masyarakat Siantar, guna mencari solusi menghentikan narkoba lewat meminum tuak, Sabtu (21/9/2019) malam. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Hinca Panjaitan, Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat, menyempatkan diri, bermalam minggu, di Kota Siantar.

Ketika ditemui awak media ini, Hinca Panjaitan menyebutkan, kedatangannya ke Kota Siantar, dalam rangka reses.

"Hari ini, saya datang kepada teman-teman semua seperti Pemuda Pancasila dan Sibayak Grup, dalam rangka reses saya perseorangan, sebagai anggota Komisi III DPR RI, bertemu teman-teman di lapo (kedai tuak)," ujar Hinca, di Jalan Narumonda Bawah, Kota Siantar, Santu (21/9/2019) malam.

Dikatakan Hinca lagi,  lapo tuak merupakan tempat atau lokasi yang terhormat. "Karena kami berbicara tentang masa depan. Tentang menyelamatkan Negara dan menyelamatkan dunia," ujarnya kembali.

Dari perbincanganya dengan masyarakat, Hinca Panjaitan menyebut, Kota Siantar telah mengajarkan pada dunia, tentang salah satu cara menyembuhkan pecandu hingga menghentikan narkoba, dengan meminum tuak secukupnya, seperlunya sehingga bisa selesai.

"Tadi, saya mendengarkan banyak kesaksian dari teman-teman karena minum tuak itu, narkobanya berhenti. Jika ini terjadi secara masif, anak-anak Siantar menolong Indobesia, memberi ide (gagasan) yang sangat besar, agar Negara tak perlu keluar uang ratusan milliar hanya untuk membiayai orang makan di penjara. Karena semua korban narkoba maunya dihukum di penjara, bukan penyelesaian pusat rehabilitasi juga bukan. Solusinya, ayo minum tuak secara terukur, anda akan tinggalkan narkoba," ungkap Hinca Panjaitan.

Disinggung apa ada hasil riset tentang minum tuak dapat menyembuhkan pecandu narko? Hinca menjawab dengan tegas, bahwasanya tak perlu mencari riset-riset, mereka ini mempunyai kesaksian alam. Mereka bersaksi, mereka merasakan dan mereka menceritakan dan ini melebihi riset-riset tersebut.

"Negara berhenti melakukan riset untuk buang-buang uang, padahal cuman kayak gitu (seperti itu)  hasilnya. Belajar aja ke Siantar," ujar Hinca seraya memberi saran bagi Negara.

Tak hanya itu saja, Hinca kembali menyampaikan, dirinya dan masyarakat yang hadir di Jalan Narumonda Siantar, semua sepakat, bahwasanya ini menjadi efisentrum gerakan pertama di dunia, untuk menghentikan narkoba dengan cara minum tuak.

"Mungkin orang akan kontroversi dengan isu ini. Saya senang kalau ini kontropersi, biar bisa kami jelaskan," sebutnya.

Dikatakan Hinca kembali, warung tuak di Jalan Narumonda Bawah Siantar, tempat bapak Sianturi,  menjadi efisentrum pertama yang kami jadikan dalam dua minggu harus selesai.

"Sehingga Siantar - Simalungum dan Sumatera Utara, punya tempat, cara menyelesaikan problem negara," ungkapnya kembali.

Selain itu juga, Hinca Panjaitan menyebutkan, pada Tahun 2015, Preden Jokowo Dodo, bilang negara darurat narkoba, sampai hari ini tidak ada tindakan negara yang darurat itu.

"Kalau sudah darurat harus serius. Cepat. Nah, hari ini teman-teman bersaksi ada yang tiga bulan, sekian tahun dan itu menyelesaikan. Kalau narkoba urusannya penjara, kalau kau minum tuak urusannya kesehatan," pungkas Hinca Panjaitan.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Fian Stanley Siahaan
    wah, utk meredam narkoba dgn cara ini merupakan cara yg msh memerlukan kajian medis lebih dalam sebab, bukan tdk mgkin klw konsumsi tuak dpt mendatangkan efek2 negatif lainnya baik pada kesehatan fisik juga psychis,.. yg disebabkan oleh zat2 yg terkandung dlm minuman tuak tsb.