HETANEWS

Pertama di Dunia, Museum Alat Kelamin Perempuan Akan Dibuka di Inggris

Museum Vagina di London

Inggris, hetanews.com - Museum Vagina akan dibuka di London, Inggris, pada 16 November 2019. Ini merupakan museum alat kelamin perempuan pertama yang dididirikan di dunia.

Museum yang berlokasi di Camden Market itu didirikan setelah pencetusnya berhasil mengumpulkan 50.000 poundsterling atau sekitar Rp871 juta melalui penggalangan dana dari masyarakat umum.

Menurut pendirinya, Museum Vagina didirikan dengan tujuan memberikan pendidikan seputar alat kelamin dan reproduksi perempuan.

Dia berharap museum bisa menjadi daya tarik dengan menampilkan segala hal tentang alat kelamin perempuan, baik dari sisi ilmu pengetahuan, kesehatan, maupun sejarah. Berbagai kelengkapan dan atraksi disiapkan untuk membuat pengunjung nyaman.

Pendiri museum, Florence Schecter, mengatakan, niat untuk mendirikan Museum Vagina sudah ada sejak 2017. Saat itu dia berpikir membuat museum yang khusus didedikasikan untuk memahami alat kelamin perempuan. Dia terinspirasi dari museum penis atau Museum Phallological di Islandia.

Menurut Schechter, jika ada satu bangunan yang khusus didedikasikan untuk mempelajari segala hal tentang alat kelamin laki-laki, mengapa hal yang sama tidak dilakukan untuk perempuan.

Melalui lokakarya, ceramah, dan acara sosial, dia mengampanyekan untuk mendirikan museum yang bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah-masalah sensitif alat kelamin perempuan. Di dalamnya juga mengungkap seputar kekerasan seksual, seperti pemerkosaan dan KDRT.

"Ini benar-benar penting karena alat kelamin merupakan bagian tubuh yang distigmatisasi mengarah pada beberapa konsekuensi dunia nyata. Apa saja dan segala sesuatu yang tabu dengan bagian tubuh, itu termasuk yang akan kami bahas di sini," katanya, dikutip dari Mirror, Jumat (20/9/2019).

Dia mencontohkan, beberapa perempuan, baik anak-anak maupun dewasa, canggung untuk memeriksakan kandungan, seperti mendeteksi kanker rahim atau menstruasi. Melalui museum ini diharapkan akan tumbuh kesadaran bagi kaum hawa untuk lebih menjaga organ vital mereka.

Survei yang dilakukan badan amal Jo's Cancer Serviks pada Januari 2019 mengungkap, 1 dari 4 perempuan di Inggris tidak melakukan pemeriksaan kanker rahim. Dari jumlah itu, hampir 75 persennya beralasan tidak mau memeriksakan kanker rahim karena malu.

Schecter melanjutkan, museumnya juga mengusung konsep ramah anak dan akan menawarkan program di mana mereka bisa nyaman berbicara tentang alat kelamin sejak usia dini.

"Ketika mereka malu dengan bagian tubuh sendiri, menjadi sangat sulit bagi mereka untuk bisa membicarakan banyak hal. Ini tentang menghilangkan stigma bagian tubuh ini dan bersikap jujur??tentang apa yang mereka lakukan," ujarnya.

Museum Vagina juga telah bekerja sama dengan Organisasi Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists untuk melibatkan para perempuan dalam membahas beberapa isu yang tabu seputar kesehatan alat reporoduksi.

"Kedua organisasi berbagi misi untuk menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran anatomi dan kesehatan ginekologis," kata Alison Wright, wakil presiden organisasi.

sumber: inews.id

Editor: sella.