HETANEWS

Kabut Asap Masih Selimuti Kota Medan

Medan, hetanews.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Kota Medan, Edison Kurniawan menyampaikan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhula) di Riau masih menyelimuti Kota Medan.

"Berdasarkan pantauan melalui citra satelit, pergerakan angin dari arah Tenggara hingga Selatan yang membawa partikel asap ke Utara, termasuk wilayah Medan. Jarak pandang juga terbatas," ujar Edison Kurniawan, Jumat (20/9/2019).

Edison mengatakan, hujan yang sering turun di Medan juga menyebabkan kelembapan udara hingga terjadinya pencampuran antara kabut dan asap. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mewaspadai dampak kabut asap tersebut.

"Kondisi kabut asap memang belum terlalu parah. Partikel basah itu akan menghilang di siang hari karena menguap, berbeda dengan asap yang dinilai sebagai partikel kering, sehingga bertahan di udara," jelas Edison Kurniawan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengimbau, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi dampak buruk pada kesehatan setelah menghirup kabut asap.

"Jika memang harus beraktivitas di luar rumah maka sebaiknya menggunakan masker. Ini akan mengurangi risiko. Pemerintah sudah mempersiapkan langkah tertentu jika kabut asap semakin tebal," jelas Edwin Effendi.

Menurutnya, kabut asap yang ada di Medan belum mengkhawatirkan. Namun, pihaknya akan membagi - bagikan masker jika kondisi semakin parah. Bahkan, pihaknya sudah mempersiapkan tenaga medis untuk menangani warga yang terdampak kabut asap itu.

"Kita menganjurkan masyarakat agar memperbanyak minum air putih guna mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan akibat menghirup kabut asap. Peranan keluarga juga dibutuhkan agar anaknya tidak mengalami gangguan pada pernafasan," sebut Edwin Effendi.

Sumber: Suara Pembaruan

Editor: tom.