HETANEWS

Presiden Minta Pembahasan RUU KUHP Ditunda, Ini Kata Ketua DPR

Bambang Soesatyo. ( Foto: Antara )

Jakarta, hetanews.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dewan dan fraksi untuk membahas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ditunda hingga periode mendatang. Mayoritas sepakat untuk mendengar permintaan presiden dan akan dibicarakan secara resmi pada pekan depan.

Bamsoet, sapaan akrabnya mengatakan catatan pentingnya adalah RUU KUHP bukan dibatalkan, namun ditunda karena ada beberapa pasal dianggap prokontra. "(Kami) sepakat untuk mengkaji kembali apa yang sudah disampaikan oleh presiden sebagai pihak pemerintah, pembahasan atau pengesahan RUU KUHP yang rencana pengesahan pada hari Selasa akan ditunda dulu sambil melihat lagi pasal yang masih pro dan kontra atau sosialisasi kepada masyarakat tentang pasal-pasal tersebut," ujar Bamsoet, Jumat (20/9/2019).

Bamsoet mengatakan, dirinya tak tahu detail teknis pasal prokontra itu. Namun kurang lebih menyangkut kumpul kebo, kebebasan pers, hingga penghinaan kepala negara. Isu ini akan dibicarakan lebih lanjut di dalam rapat Badan Musyawarah pada Senin pekan depan. Saat itu, para pimpinan fraksi akan diminta masukan secara langsung. Masih belum jelas apakah di rapat Bamus itu masih ada kemungkinan pasal-pasal bermasalah akan bisa selesai disepakati di periode ini.

"Ditunda untuk disahkan di paripurna pada Selasa. Tapi apakah fix ditunda disahkan di periode ini?" tanya wartawan.

"Saya belum bisa bicara tunda atau batal. Karena kan saya bawa pada rapat internal DPR nanti dulu," jawab Bamsoet.

Pada kesempatan itu, Bamsoet juga mengaku pihaknya didatangi oleh perwakilan kelompok dari negara-negara Eropa untuk menentang hukum Indonesia mengkriminalisasi LGBT. "Itu terutama negara Eropa. Malah datang ke DPR ya beberapa waktu lalu ketika kita masuk ke dalam pasal-pasal itu. Mereka menentang keras. Jadi itu lah yang saya bisa katakan," kata Bamsoet.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.