HETANEWS

Pisah Sambut Kapolres Simalungun, JR: Sindir Kedua Bawahannya, Dan Dukung Liberty

JR Saragih saat memberikan Kata Sambutan dalam acara pisah sambut Kapolres Simalungun.

Simalungun, hetanews.com - Dalam kata sambutan di acara pisah sambut Kapolres Simalungun di Hotel Niagara, Parapat, Jumat (20/09/2019) Bupati Simalungun JR Saragih menyindir kedua bawahannya yang berniat maju dalam Pilkada 2020 Simalungun, namun dia memberikan dukungan kepada M Liberty Panjaitan untuk maju dalam Pilkada 2020 di Siantar.

Awalnya JR Saragih menyebutkan jika Liberty jangan beralama-lama berada di tempat yang baru yaitu Kepulauan Riau (KepRi).

"Lae kami Liberty sudah memakai pakian adat Simalungun, artinya akan kembali ke Simalungun, karena Siantar itu adalah bagian dari Simalungun," katanya.

Masih kata JR Saragih dia menyebutkan agar Liberty jangan terlalu terlena di KepRi, karena kata JR Saragih baliho-baliho yang sudah tersebar di Kota Siantar harus di lanjutkan.

"Lanjutkan terus baliho-baliho itu, engga acci ceng, yakan saya mana pernah ceng, harus begitu,"sebutnya.

JR Saragih memberikan Cendra mata berupa Jaket dan Tas kepada Liberty dan Istri

Diapun menyebutkan jika anggota DPRD Siantar mendukung Liberty dalam niatnya tersebut.

" Yakan bapak-bapak ibu DPRD, nah sudah didukung sama mereka apa lagi, langsung ketoklah,"katanya yang kemudian Liberty menyalami seluruh anggota DPRD yang hadir dalam pisah sambut tersebut.

JR juga menyebutkan jika Istri Kapolres Simalungun yang baru, ingin menggantikan dirinya sebagai Bupati Simalungun, diapun sangat setuju, disinilah JR menyindir kedua bawahannya yaitu Wakil Bupati Amran Sinaga dan Sekda Simalungun Gidion Purba.

"Saya juga lihat ibu Kapolres yang baru jago bernyanyi, kalau mau menggantikan saya engga apa-apa saya sangat setuju, yakan Pak Amran sama Pak Gidion," katanya yang diikuti gelak tawa seluruh hadirin.

JR menyebutkan jika Kabupaten Simalungun menerima baik kehadiran Kapolres Simalungun dan akan saling bersinergi dengan Polres Simalungun.

Penulis: tom. Editor: tom.
Komentar 1
  • Johan Ananda
    Lae kami biarlah pak liberti jadi jendral dulu untuk jadi gubernur kedepannya. Jangan menyakiti etnis simalungun. Lihat kabupatenain tak ada etnis simalungun jadi pejabat. Harus etnis simalungun jadi bupati/wkl bupatinya ( saragih.damanik
    Purba.sinaga sipayung) sudah capek etnis simalungun dipermainkan, tanah etnis simalungun dirampok, pemandian raja simalungun diserbelawan dibilang punya belandalah padahal jelas jelas belanda penjajah alias perampok tanah etnis simalungun, nama desa/nagori sidodalah karangsarilah,sidorejolah kabur jadinya etnis simalungun itu, tanah digaraplah dirampoklah demgan modus tanah ulayatlah padahal mereka bukan etnis simalungun, modus kelompok tanilah padahal padahal niatnya mencuri tanah. Mula mula jualan lama lama bikin rumah. Mula mula nanam ubi lama lama bikin rumah dan bikin nagori bukan pakek dialek simalungun... sidorukunlah manunggal lah gila kan... jangan bangsa simalungun terjajah seperti palestina oleh israel.
    Tànah etnis Apace di rampas amerika.. hati hati llae jr apalagi pemangku adat pms
    .nanti kualat..sama leluhur dan sama tuhan., suku dan budaya ciptaan tuhan, maka harus dijaga lae nami.. panggil etmis simalungun diperantauan buatkan rumah kasih tanah biar rame etnis simalungun di siantar simalungun...!!!