HETANEWS

Terjatuh dari Air Terjun, Pendaki Australia Ini Terdampar dan Merangkak Selama Dua Hari

Penjelajah hutan asal Australia, Neil Parker, berbicara dari rumah sakit setelah terdampar di Gunun Nebo selama dua hari.

Australia, hetanews.com - Seorang pendaki berpengalaman asal Australia merangkak selama dua hari sambil menarik kakinya yang patah demi mencari bantuan setelah terjatuh dari air terjun selama pendakian solo.

Neil Parker (54), mendaki Gunung Nebo, barat laut Brisbane pada Minggu (15/9/2019), ketika ia terjatuh dari puncak air terjun dengan ketinggian enam meter dan mematahkan tulang kaki dan tangannya.

Parker membebat kakinya yang patah dengan tongkat mendaki sebelum merangkak selama dua hari untuk mencari tanah terbuka, di mana ia berharap dapat ditemukan oleh layanan darurat.

“Saya harus menarik kaki saya, dan itu sangat-sangat berat,” katanya pada CNN dari bangsal rumah sakit pada Rabu (18/9/2019). “Saya memasang perban pada siku saya jadi saya bisa menggunakannya dan berjuang, mengangkat, inci demi inci,” kisahnya.

Pendaki berpengalaman itu mengatakan bahwa ia harus bergerak sangat perlahan karena rasa sakit yang luar biasa. “Saya terus-menerus berjuang. Saya maju sekitar satu setengah meter sebelum berhenti dan beristirahat,” jelas Parker.

Selama dua hari, ia nyaris tidak tidur dan minum dari air sungai dan memiliki persediaan makanan. Cuaca di gunung Nebo cukup cerah selama perjuangannya untuk bertahan hidup, dengan suhu di siang hari sekitar 31 derajat celcius dan turun 6 derajat di malam hari.

Parker mengatakan bahwa ingatan akan keluarganyalah yang membuatnya bertahan. Tidak ada yang tahu di mana dia berada, dan ia khawatir dirinya tidak akan ditemukan di tengah hutan yang lebat.

“Saya menjadi sangat takut saat memikirkan ini bukan cara yang baik untuk mati, berbaring di sini, menunggu, menunggu. Saya hanya berharap untuk tidur dan tidak terbangun lagi,” katanya.

“Sebuah helikopter penyelamat kebetulan melihat dia pada Selasa sore (17/9/2019). Sambil diikat di tandu, ia dibawa naik dan terbang ke rumah sakit untuk dirawat,” tulis Layanan Udara Pemerintah Queensland di Facebook yang dilansir CNN.

Hal pertama yang disadari Parker ketika diselamatkan adalah bahwa ia tidak akan mati di sana. “Saya akan hidup dan itu karena latihan yang telah saya lakukan. Apa yang saya  pelajari dan pengalaman yang diberikan orang-orang telah membuat perbedaan,” jelas Parker. 

Sumber: indopos.co.id

Editor: tom.