HETANEWS

Trump Sebut Perang dengan Iran sebagai Opsi Pamungkas

Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian

Los Angeles, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ada banyak pilihan selain opsi perang dengan Iran. Hal itu dikatakannya setelah Arab Saudi menunjukkan sisa-sisa drone dan rudal yang dikatakan digunakan dalam serangan terhadap situs minyak Aramco yang disalahkan kepada Iran.

"Ada banyak pilihan. Ada opsi pamungkas dan ada opsi yang jauh lebih sedikit dari itu. Dan kita akan lihat," kata Trump kepada wartawan di Los Angeles.

"Aku mengatakan opsi pamungkas artinya pergi - berperang," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/9/2019).

Trump tampak berhati-hati memberikan peringatan setelah sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dalam kunjungannya ke Arab Saudi, menggambarkan serangan itu sebagai tindakan perang terhadap Arab Saudi.

Trump mengatakan di Twitter bahwa ia telah memerintahkan Departemen Keuangan AS untuk secara substansial meningkatkan sanksi terhadap Iran dan mengatakan kepada wartawan bahwa langkah-langkah ekonomi yang tidak ditentukan. Hukuman itu akan diumumkan dalam waktu 48 jam.

Tweet Trump mengikuti pernyataan berulang AS bahwa Iran berada di belakang serangan hari Sabtu lalu dan terjadi beberapa jam setelah Arab Saudi mengatakan serangan itu adalah ujian atas kehendak global.

Iran kembali membantah terlibat dalam serangan pada 14 September lalu, yang melanda fasilitas pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia dan pada awalnya meruntuhkan setengah dari produksi Saudi. Arab Saudi adalah eksportir minyak terkemuka dunia.

Kelompok pemberontak Yaman, Haouthi, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini bahkan memberikan rincian lebih lanjut dari serangan itu, mengatakan serangan itu diluncurkan dari tiga lokasi di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan yang mungkin lebih jauh menekan suasana politik yang tegang di Teluk, Houthi mengatakan mereka telah membuat daftar lusinan situs di Uni Emirat Arab, sekutu Arab Saudi, sebagai target serangan.

Sumber: sindonews.com

Editor: tom.