HETANEWS

Pelaku Pembunuhan Berantai di Hwaseong Korsel Terungkap Setelah 33 Tahun

Pelaku pembunuhan berantai di Hwaseong Korsel terungkap setelah 33 tahun

Korea Selatan, hetanews.com - Kepolisian Korea Selatan mengidentifikasi pelaku pembunuhan berantai yang sempat menghebohkan negara itu di tahun 1980-an, namun dia lolos dari jeratan hukum berdasarkan aturan yang berlaku di negara itu.

Pelaku membunuh 10 orang di daerah perdesaan Hwaseong selama 5 tahun, kejadian pertama berlangsung 33 tahun lalu atau pada 1986. Para korban merupakan perempuan dari kalangan remaja sampai berusia 70 tahunan.

Korsel mengerahkan lebih dari 2 juta petugas untuk mengungkap kasus misterius ini. Pelaku lebih dulu memerkosa sebelum membunuh para korban.

Sebagian besar petugas diberdayakan untuk mencocokkan lebih dari 200.000 temuan sidik jari di lokasi kejadian dan tempat lain dengan 21.000 orang. Namun cara itu belum mampu mengungkap siapa pelakunya.

Tak heran jika kasus ini mengilhami produser film Bong Joon Ho mengangkat kasus ini ke layar lebar pada 2003 dengan judul 'Memories of Murder'.

Kasus ini baru terungkap setelah polisi menggunakan teknik forensik terbaru dalam mengambil DNA di lokasi kejahatan masal lalu.

Kepala Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, Ban Gi Soo, mengatakan, pelaku diidentifikasi sebagai Lee Chun Jae (56). Sejauh ini dia disebut terlibat dalam setidaknya tiga kasus pembunuhan.

Sampel, lanjut Ban, didapat polisi dari beberapa barang bukti termasuk pakaian dalam korban yang cocok dengan hasil pemeriksaan DNA Lee.

Lee saat ini sudah menjalani hukuman penjara seumur hidup untuk kasus berbeda, yakni memperkosa dan membunuh saudara iparnya pada 1994. Dalam pernyataannya Lee membantah keterlibatannya dalam kasus pembunuhan berantai Hwaseong.

Namun undang-undang di Korsel membatasi proses penyelidikan kasus pembunuhan. Pembunuhan terakhir dari 10 kasus itu terjadi pada 1996, artinya kasus ini sudah kedaluwarsa sejak April 2006.

Pejabat kepolisian lainnya, Bae Yong Ju, mengatakan, terlepas dari aturan tersebut, polisi punya tanggung jawab besar untuk mengungkap kebenaran. Ini penting bagi korban dan keluarga mereka, di samping masyarakat juga berhak untuk mengetahui.

"Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga serta masyarakat Korea, karena kasus ini diselesaikan dalam waktu yang lama. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengungkap kebenaran sebegai bentuk tanggung jawab historis." katanya.

sumber: inews.id

Editor: sella.