HETANEWS

Disnaker Simalungun Bantah Tuding Mereka Tidak Diterima Perusahaan Saat Berkunjung

Kabid Hubungan Industrial Dan Penyelesaian Konflik Disnaker Simalungun J Sitanggang.(Foto/Fernando Nainggolan)

Simalungun, hetanews.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Simalungun membantah tudingan karyawan pada saat demo beberapa waktu lalu yang menyebutkan jika mereka ditolak oleh Perusahaan PT Indorasa Prima Sukses Gemilang.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan penyelesaian konflik Disnaker Simalungun J.Sitanggang Rabu (18/9) diruang kerjanya, menyanggah terkait tudingan karyawan yang mengatakan pihak Disnaker tidak diterima  perusahaan saat berkunjung.

"yang benar itu setelah mendapat informasi persoalan dari media masa pihak kami melakukan kunjungan ke perusahaan PT.Indorasa Prima Sukses Gemilang tetapi saat itu pihak pimpinan perusahaan sedang tidak berada ditempat," katanya.

Selanjutnya Kata J Sitanggang, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan pada hari Jumat tanggal (19/7/2019) dan pihak perusahaan memenuhi panggilan tersebut.

Pemanggilan Disnaker Simalungun kepada PT Indorasa Prima Sukses Bersama.(Foto/Fernando Nainggolan)

"Saat memenuhi pemanggilan pihak perusahaan menyanggah segala tudingan para karyawan dihadapan pejabat Disnaker Kab Simalungun," ungkapnya.

J.Sitanggang juga berharap para karyawan yang merasa dirugikan segera membuat permohonan tertulis secara resmi kepada Disnaker Simalungun sesuai UU no 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan perindustrian agar mereka bisa menjembatani persoalan mereka dengan pihak perusahaan karena sepanjang tidak ada permohonan pihak Disnaker tidak bisa menjembatani mediasi dengan pihak perusahaan.

Sebelumnya saat aksi demo didepan PT.Indorasa Prima Sukses Gemilang Ramlan Sinaga ketua SBSI Solidaritas sangat menyayangkan sikap Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Simalungun yang tidak mengambil sikap tegas atas apa yang terjadi di perusahaan di Kabupaten Simalungun ini.

"Kita tidak percaya dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Simalungun, mereka juga tidak peduli. Ada apa dengan perusahaan ini, Dinas Tenaga Kerja tidak diperkenankan masuk ke perusahaan ini. Itu UPT pengawasan yang dibentuk Provinsi Sumatera Utara itu dibubarkan saja, minimal di evaluasi," katanya.

Penulis: tim. Editor: tom.