HETANEWS.COM

Jadi Raja Teknologi Dunia, Huawei Siapkan Investasi Rp 21 T

Warga melintas di depan kantor Huawei, Beijing, China. REUTERS/Thomas Pete

Jakarta, hetanews.com - Huawei Technologies berjanji menginvestasikan US$1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun dalam program developer dalam lima tahun ke depan. Hal itu merupakan salah satu strategi untuk membangun ekosistem terbuka dan kokoh.

Huawei Developer Program pertama kali diluncurkan pada 2015. Hingga saat ini program ini telah mendukung 1,3 miliar developer dan 14.000 vendor software independen di seluruh dunia.

Berbicara di Huawei Connect 2019 yang bertempat di Shanghai, Deputy Chairman Huawei Ken Hu mengatakan Huawei ingin memperluas program itu ke lima juta developer lainnya. Huawei juga ingin membantu mitra "mengembangkan aplikasi dan solusi cerdas generasi berikutnya."

Huawei akan menjabarkan detail program para developer ini pada hari Jumat (20/9/2019).

"Komputasi merupakan masa depan dan pasarnya bernilai lebih dari US$2 triliun," ujar Ken Hu seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (18/9/2019). "Kami akan terus berinvestasi."

Huawei mengatakan investasi US$ 1,5 miliar diarahkan untuk pengembangan industri teknologi secara keseluruhan, dan tidak hanya akan berfokus pada software dan hardware.

Dana ini akan digunakan untuk penelitian produk untuk mendukung teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan membuat software dan hardware tersedia bagi pelanggan dan mitra.

Huawei di Ujung Tanduk Foto: Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei (AP Photo/Vincent Yu)

Huawei di Ujung Tanduk Huawei sedang berada daam periode yang sulit.  Kebijakan Amerika Serikat  (AS)  memasukan perusahaan dalam daftar hitam (blacklist) pada mei lalu,membuat Huawei membutuhkan izin khusus dari pemerintah untuk berbisnis dengan perusahaan Negeri Paman Sam.

AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam dengan alasan keamanan nasional dan menuduh produknya bisa disusupi China untuk aktivitas spionase. Huawei berulang kali membantah tuduhan itu.

Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei dalam memo internal yang bocor ke publik Agustus lalu mengatakan saat ini kondisi Huawei dalam posisi "hidup atau mati" Ia meminta staf bekerja lebih giat lagi dan merencanakan PHK karyawan untuk menyederhanakan struktur pelaporan.

Agustus lalu, Huawei meluncurkan HongMengOS sebagai pengganti Android. Operating system ini disebut bisa dipakai lintas perangkat mulai dari smartphone hingga speaker cerdas.

Sumber: CNBC INDONESIA

 

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!