HETANEWS

Hakim Rahmat Tolak Prapid Tersangka Korupsi Proyek Smart City

Sidang putusan Praperadilan dipimpin Hakim Rahmat. Foto:BT

Siantar, hetanews.com - Hakim tunggal sidang praperadilan kasus dugaan korupsi proyek Smart City Tahun 2017 pada Dinas Kominfo Siantar, menolak permohonan Acai Tagor Sijabat yang merupakan tersangka kasusnya.

"Menyatakan, menolak permohonan praperadilan oleh pemohon seluruhnya," kata Hakim Rahmat Hasan Ashari Hasibuan dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di Ruang Cakra PN Siantar, Rabu (18/9/2019).

Dalam sidang Acai hadir diwakili pengacaranya, Dahyar Harahap yang disebut sebagai pemohon Prapid. Sedangkan pihak termohon yakni Kejaksaan Negeri Siantar dihadiri Kasipidsus Dostom Hutabarat.

Hakim Rahmat dalam membacakan putusan menyatakan, penetapan Acai sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Siantar terkait kasusnya sudah sesuai prosedur.

"Penetapan tersangka telah disertai bukti permulaan yang cukup," ujar Rahmat dalam sidang.

Diketahui, Kejari Siantar menetapkan dua tersangka kasusnya, Acai Tagor Sijabat dan Posma Sitorus, atas dugaan korupsi proyek Smart City Tahun 2017 di Dinas Kominfo Siantar. Penyidik mengendus kerugian negara sebesar Rp500 juta.

Dalam proyek, Acai yang menjabat Sekretaris Dinas Kominfo berperan sebagai PPK proyek ditetapkan tersangka bersama Posma Sitorus yang menjabat Kepala Dinas Kominfo sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran).

Keduanya sama-sama melakukan upaya hukum praperadilan ke PN Siantar, pasca-ditetapkan tersangka oleh penyidik kejaksaan dan harus berakhir dengan kekalahan.

Pemanggilan tersangka - saksi kasusnya

Kepala Seksi Intelijen Kejari Siantar BAS Faomasi Jaya Laia mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan permohonan Prapid kedua tersangka. Menurutnya, pengajuan prapid merupakan hak seseorang yang diatur dalam KUHAP.

Ia menyampaikan, penyidikan kasusnya akan berjalan semestinya. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi kasusnya.

"Kedepan kami rasa perlu untu memanggil saksi-saksi dan kedua tersangka untuk pemeriksaan. Kalau untuk penahanan kami perlu berkoodinasi dengan tim, seperti apa nanti kami infokan ke teman-teman media," ujarnya ditemui di ruang kerjanya.

Baca juga: Hakim PN Siantar Tolak Gugatan Praperadilan Posma Sitorus

Penulis: bt. Editor: bt.