HETANEWS

Tak Banyak Serap Tenaga Kerja, Cukai Rokok SKM Disarankan Naik 2 Kali Lipat

Pemerintah dinilai perlu menaikkan cukai yang lebih tinggi untuk rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM).

Jakarta, hetanews.com - Pemerintah dinilai perlu menaikkan cukai yang lebih tinggi untuk rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM). Sasaran kenaikan cukai ini untuk perusahaan yang memproduksi lebih dari 3 miliar batang rokok per tahunnya, atau golongan I.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan, rokok SKM golongan I perlu dinaikan cukainya sebesar dua kali lipat dari besaran yang berlaku saat ini. Rokok golongan tersebut untuk saat ini dikenakan cukai sebesar Rp590 dan harga jual eceran Rp1.120.

Menurut dia, langkah ini cukup diperlukan karena rokok SKM menguasai pasar rokok. Berdasarkan data yang ia miliki, pada 2018 rokok SKM memiliki pangsa pasar 73 persen produksi rokok.

"Dan dia itu menggunakan mesin. Tidak terlalu menyerap tenaga kerja," kata dia di Gedung Sindo, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Bahkan tahun lalu tercatat industri rokok SKM golongan I memproduksi 211 miliar batang per tahunnya. Oleh karenanya, dengan kenaikan yang moderat ini diharapkan dapat menekan angka produksi tersebut.

Pada saat bersamaan, Abdillah juga mengatakan, pemerintah perlu memberikan kenaikan cukai yang lebih rendah terhadap industri rokok sigaret kretek tangan (SKT). Pasalnya, jenis industri ini lah yang paling menyerap tenaga kerja di dalamnya.

"Kalau mau membela petani tembakau larang lah rokok mesin," ujar dia.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi sebelumnya mengisyaratkan bahwa jenis rokok SKT akan mendapatkan kenaikan cukai yang paling rendah dari kenaikan rata-rata cukai 23 persen tahun depan.

"Saya belum bisa sampaikan detailnya tetapi pasti dengan rata-rata 23 persen itu sigaret kretek pada prinsipnya akan diberikan tarif yang teringan. Sigaret kretek tangan maksudnya," ujar dia di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

sumber: inews.id

Editor: sella.