HETANEWS

Cabuli Lima Bocah, Polisi di Balikpapan Dijebloskan ke Penjara

Ilustrasi Polisi.

Balikpapan, hetanews.com - Brigpol AS (28), personel pelayanan markas (Yanma) Polda Kalimantan Timur, dijebloskan ke penjara Mapolda Kaltim di Balikpapan. Dia ditetapkan tersangka, dugaan kasus pencabulan 5 bocah usia SD, tak lain murid mengajinya sendiri.

Kasus itu terbongkar awal September 2019 lalu, ketika salah satu korban mengadu kepada orangtuanya. Tidak terima, orangtua kemudian melapor ke Polda Kaltim.

"Tidak lama setelah dilaporkan awal September, ditetapkan tersangka," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabid Humas Polda Kalimantan Timur AKBP Adi Ariyanto, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (18/9).

Adi menerangkan, dari penyelidikan dan penyidikan, diketahui korbannya tidak hanya 1 orang anak, melainkan ada 4 anak lainnya mengalami hal serupa. "Iya, dia (Brigpol AS) ini, di rumahnya juga sebagai guru ngaji," ujar Adi.

"Jadi, modusnya, dia melakukannya saat istrinya tidak ada di rumah. Ngakunya khilaf, dan rata-rata usia korban 7-12 tahun. Ada bujuk rayu, karena setelah melakukan itu, pelaku memberikan uang mulai Rp20 ribu kepada korban," tambah Adi.

Masih dari hasil penyidikan, perbuatan Brigpol AS memperlakukan kelima bocah dengan tidak senonoh, dengan meraba dan mengelus korban. "Tidak sampai terjadi persetubuhan. Kami sudah lakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap yang bersangkutan. Hasilnya masih kita tunggu ya," terangnya.

"Perbuatan pelaku itu, diduga sudah dilakukannya sejak lama, Mei 2019 lalu. Yang jelas, kita tegas kepada siapapun, tidak pandang bulu. Baik itu anggota (Polri), siapapun. Perlakuan sama di depan hukum," tegas Adi.

Brigpol AS, yang sudah berstatus tersangka itu, kini meringkuk di penjara sementara Polda Kalimantan Timur. "Sudah, sudah kita tahan di Polda," pungkas Adi.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.