HETANEWS

Penjual dan Pembeli Sabu Diganjar 6,6 Tahun Penjara

Dua terdakwa saat berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dharma Parulian Pulungan (36), warga Kampung Amansari Bawah, Kecamatan Dolok Batunanggar, Simalungun, dituntut 8,6 tahun dan akhirnya divonis 6,6 tahun.

Sedangkan terdakwa Indrayana alias Fize alias Ego (42), warga Huta V Bandar Jambu, Kecamatan Pematang Dolok Kahean Tapian Dolok, dituntut 8 tahun dan divonis 6 tahun.

Putusan majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH, dibacakan dalam persidangan, Rabu (18/9/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH.         

Selain pidana penjara, keduanya didenda Rp 1 milyar dan Rp800 juta. Dan jika tidak dibayar, maka diganti pidana penjara masing-masing selama 3 bulan. Keduanya, terbukti sebagai penjual dan pembeli  sabu.            

Menurut hakim, tertangkapnya terdakwa Indrayana alias Fize alias Ego, bersama barang bukti 2 gram sabu yang dibagi dalam 10 paket harga Rp 100 ribu dan 6 paket harga Rp 150 ribu, berasal dari terdakwa Dharma.

Penangkapan oleh Polsek Serbelawan, saksi Joko Priono, M Ruskin, M Yunus Manurung, dan Anggi Afrianes, pada Selasa, 22 Januari 2019 lalu, pukul 09.00 WIB, di Warnet Bandar Jambu, kampung terdakwa. Polisi menyita sabu dan ganja.             

Lalu Dharma, ditangkap di rumahnya, pada hari yang sama. Sedangkan ganja, dibeli dari temannya, di Medan. Dua paket ganja sudah dijual dan sepaket dijual kepada  Dharma.            

Dari Dharma, petugas menyita barang bukti, kaleng rokok gudang garam berisi sabu, ganja kering dibungkus plastik kresek, sebuah timbangan digital, satu bungkus kertas tictak, 2 buah kompeng yang ada pipetnya, 3 buah kaca pirex, sebuah HP Oppo dan uang tunai Rp 540 ribu, hasil penjualan sabu yang disetor Indrayana.

Penulis: ay. Editor: gun.