HETANEWS

Cerita Saksi Diperiksa Badan Pengawas MA Terkait Pungli di PN Siantar

Spanduk larangan Pungli, Korupsi dan Gratifikasi terpajang di gedung PN Siantar. Foto: BT

Siantar, hetanews.com - Tim Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) memeriksa sejumlah pegawai PN Siantar terkait kasus pungutan liar atau Pungli belakangan mencuat ke permukaan. Selain pegawai, pemeriksaan turut dilakukan terhada pihak lain yang mengetahui kasusnya.

Adalah Sisdawati, warga Jalan Pematang, Kecamatan Siantar Selatan, yang turut diperiksa. Ia merupakan saksi yang mendengar adanya permintaan sejumlah uang oleh panitera pengganti PN Siantar berinisial HD terhadap Ellen Damanik, teman Sisda yang mengajukan permohonan ganti nama.

Sisda mengaku diperiksa Tim Bawas, kemarin (17/9/2019), setelah dijemput dari kediamannya oleh pegawai pengadilan.

"Saya dijemput dari rumah, pulangnya juga diantarkan. Saya gak ingat nama-namanya (Tim Bawas), tapi memang mereka bilang dari Pusat mau nanyain soal Pungli," ujarnya.

Baca juga: Terkait Pungli, Badan Pengawas MA Datangi PN Siantar

Ia menyampaikan, Tim Bawas MA menanyainya seputaran kasus yang cukup menghebohkan tersebut. Kepada pemeriksa ia pun mengaku menceritakan permintaan uang yang dilakukan panitera pengganti HD terhadap Ellen di salah satu ruang sidang PN Siantar, awal September lalu.

"Saya bilang, semula saya gak tau soal ini karena waktu itu saya diluar ruang sidang tapi karena saya lihat Ellen didalam ama bu Hotma maka saya masuk. Ellen saya tanya ngapain lagi, trus dia bilang dimintai uang. Loh saya pun terkejut karena kan Ellen uda bayar.

Terus saya bilang ke Bu Hotma 'Bu ini Ellen adiknya Lusi mantan pegawai sini', datang ibu itu bilang gini 'ah si Lusi hitamnya, dia (Ellen) putih', saya bilang namanya bersaudara beda-beda lah. Terus ibu itu bilang kalau gak ada Rp1 juta, Rp500 ribu pun gak apa, hari Senin antar ya. Ellen bilang gak ada uangku, trus ibu iti bilang yaudalah terus bubar," katanya.

Baca juga: Spanduk-Banner Larangan Pungli Terpajang Rapi di PN Siantar

Sisda menambahkan, adanya permintaan biaya lain sempat membuatnya terkejut sebab diketahuinya biaya adminitrasi permohonan ganti mama telah dibayarkan melalui salah satu bank.

"Ya terkejut lah (ada uang lain), karena kan Ellen uda bayar Rp206 itu kemarin biayanya yang resmi, ini kok ada uang uang lagi," katanya.

Baca juga: Pungli Warga Rp1 Juta, Oknum Panitera PN Siantar Minta Hapus Berita

Selain Sisda, beberapa pegawai PN lain seperti panitera, panitera muda, panitera pengganti hingga juru sita turut diperiksa Tim Bawas yang berjumlah 4 orang tersebut. Belum diketahui apakah pemeriksaan turut dilakukan terhadap Ketua PN Siantar Danardono.

Hetanews sejak kemarin (17/9) mencoba mengonfirmasi ke Danardono maupun Humas PN Siantar Simon CP Sitorus, terkait kedatangan Tim Bawas MA, namun hingga kini keduanya belum menjawab.

Baca juga: Kompol Amakhoita Sarankan Warga Korban Pungli Buat Laporan ke Polisi

Penulis: bt. Editor: bt.