HETANEWS

Candi Ngawen Peninggalan Budha Berciri Hindu

Candi Ngawen di Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah

Magelang, hetanews.com - Orang sering salah mendefinisikan candi Hindu dan Budha hanya dari bentuk bangunannya. Rujukannya Candi Borobudur dan Prambanan.

Seperti Borobudur, candi Budha biasanya berbentuk bunga teratai yang melebar. Sedangkan candi Hindu seperti Prambanan meniru bentuk Gunung Mahameru yang ramping ke atas.

Padahal tidak semua begitu. Candi Ngawen di Dusun Ngawen, Kecamatan Muntilan misalnya, bentuknya menyerupai candi Hindu padahal peninggalan Budha.

Menurut catatan pejabat Belanda, NW Hoepermans tahun 1874, Candi Ngawen ditemukan terkubur 2 meter di bawah tanah berpasir akibat erupsi Gunung Merapi.

Penelitian kemudian dilanjutkan ilmuwan Belanda J Van Aalst 23 tahun kemudian. Hasil penelitian Van Aalst tahun 1897 menemukan susunan batu pondasi Candi Ngawen II.

Di dalam kompleks terdapat 5 bangunan candi yang berjajar dengan arah utara-selatan dan menghadap ke timur. Pola arah ini juga membingungkan karena persis dengan kebanyakan candi Hindu.

Dari 5 bangunan candi, hanya Candi Ngawen II yang utuh konstruksinya. Lainnya baru berupa susunan pondasi atau struktur dasar candi.

Kompleks Candi Ngawen yang kita lihat sekarang adalah hasil pemugaran ahli purbakala Belanda, FJ Perguin tahun 1925-1927. Saat penggalian ditemukan arca Dhyani Budha Ratna Sambhawa dan gantungan genta berbahan perunggu yang diduga pernah digunakan sebagai perlengkapan ritual.

Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jawa Tengah tahun 1996 melakukan rekonstruksi untuk mengatasi genangan air di kompleks Candi Pawon. Di bawah struktur candi terdapat mata air dan rembesan irigasi sawah yang dikhawatirkan menyebabkan kerusakan.

Rekonstruksi besar-besaran juga pernah dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala tahun 2011 yang menemukan arca Dhyani Budha Amitabha di tengah kaki Candi Ngawen IV.

Rata-rata 2 ribu wisatawan mengunjungi Candi Ngawen setiap bulan. Kebanyakan rombongan pelajar atau warga sekitar Kabupaten Magelang dan Yogyakarta.

Tidak dipungut biaya untuk dapat mengunjungi kompleks Candi Ngawen. Hanya harus mengisi buku tamu dan formulir bermatrai yang diajukan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Meski tidak se-populer Candi Borobudur, Candi Ngawen dapat menjadi alternatif wisata pendidikan sejarah di Kabupaten Magelang.

Sumber: gatra.com

Editor: tom.