HETANEWS

Diduga karena Ikan Tongkol, Puluhan Anak Asrama Putri GKPS Dilarikan ke Rumah Sakit

Para siswi tampak terbaring, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr Djasamen Saragih.

Simalungun, hetanews.com - Puluhan anak Asrama Putri, di Komplek GKPS, Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, yang merupakan siswi SMA dan SMP, terpaksa harus mendapat perawatan medis di RSUD Tuan Rondhaim Saragih.

Diduga para pelajar putri itu, keracunan makanan, yaitu, usai  makanan siang, menu ikan tongkol yang disediakan oleh pihak pengelola asrama tersebut, Senin (16/9/2019) sore lalu, pukul 14.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, dari sejumlah korban yang dirawat, di RSUD Tuan Rondahaim Saragih, Selasa (17/9/2019) sore, menuturkan, usai pulang sekolah, mereka pun langsung pulang ke asrama, tempat tinggal mereka.

Dan saat jam makan siang tiba, mereka langsung makan makanan yang sudah disediakan, dengan menu ikan tongkol.

Para siswi tampak terbaring, mendapatkan perawatan intensif akibat keracunan makanan.

Dan baru berselang 10 menit, usai menyantap makan makanan tersebut, sejumlah siswi langsung mengeluh, mengalami sakit pada sejumlah bagian tubuh mereka.

Habis makan, aku langsung mengalami sakit perut, dadaku panas dan kepala pusing, ujar M boru Aritonang (15), siswi kelas 1 SMA GKPS.

Pengakuan serupa, juga diutarakan J boru Girsang (13), siswi SMP Negeri 1 Pematang Raya.

"Ia pak sakit perutku dan muka memerah, menahan sakit habis makan ikan tongkol," ucap J boru Girsang, warga Nagori Merek Raya, Kabupaten Tanah Karo ini.

Direktur Utama RSUD Tuan Rondahaim Saragih, dr Elisabet Saragih saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa para siswi tersebut datang berobat, karena mengalami keracunan makanan.

Asrama Putri GKPS, di Komplek GKPS, Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

"Setelah kita periksa, siswi - siswi itu mengalami keracunan makanan ikan tongkol. Semuanya berjumlah 57 orang dengan rincian sebanyak 34 orang dirawat di rumah sakit Tuan Rondhaim, 4 orang di RSUD Siantar dan 19 orang rawat jalan,"ucap Elisabet.

Masih katanya,  pihak sudah melakukan penanganan medis kepada semua siswi yang menjalani rawat inap.

"Untuk penanganan medis, sudah kita lakukan kepada pasien dengan dilakukan infus dan diperiksa dengan dokter spesialis,"katanya.

Terpisah, Vida Sitorus (23), Ibu Asrama GKPS saat dikonfirmasi di lokasi asrama menjelaskan, bahwa menu ikan tongkol dibeli mereka, pada Sabtu (14/9/2019) lalu.

Setelah dibeli, ikan tersebut dimasukkan ke dalam peti es. Namun pada hari Minggu (15/9/2019), listrik padam sekitar 2 jam.

"Ketika hendak dimasak pada hari Senin ,memang aroma ikan tongkol sudah menguap bau busuk,"terang Vida.

Dijelaskan Vida, bahwa untuk menu makanan yang bertanggung jawab adalah Fitri Saragih Sumbayak, selaku kepala dapur makanan asrama. "Yang mengontrol makanan siswi, ibu Fitri dan ia sekarang lagi diperiksa di Mapolres Simalungun,"ucap Vida.

“Awal sekitar 10 menit habis makan, beberapa siswi mengeluh mengalami sakit dan alergi muka memerah dan puncak malam hari lah, baru banyak siswi yang mengeluh sakit yang sama,"beber Vida Sitorus.

Diketahui, Asrama Putri GKPS dihuni siswi - siswi dari 2 sekolah yang berada di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, yakni, SMA Swasta GKPS dan SMP Negeri 1 Raya.

Penulis: tim. Editor: gun.