Siantar, hetanews.com - Masyarakat yang menjadi korban pungutan liar (Pungli), diminta cerdik dalam membuat laporan ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

Jika ada oknum yang meminta uang, di luar ketentuan, masyarakat sebaiknya mencatat nama, jabatan, bahkan jika bisa memfoto oknum itu. Setelah itu, masyarakat melapor ke Satgas Saber Pungli.

Beberapa waktu yang lalu, media Hetanews.com, mempublish adanya oknum panitera pemgganti (Pejabat pengadilan yang salah satu tugasnya adalah membantu hakim dalam membuat berita acara pemeriksaan dalam proses persidangan) pengganti, di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, yang berinisial HD yang diduga meminta uang sebesar Rp 1 juta kepada seorang warga, bernama Ellen Damanik, perihal pengajuan permohonan penggantian nama.

Baca juga: Pungli Oknum Panitera PN Siantar, Pimpinan DPRD Singgung Keinginan Jokowi Soal Pemerintahan yang Bersih

Uang yang diminta tersebut, dengan dalih akan diberikan kepada seorang hakim.

Terkait hal itu, Ketua Satgas Saber Pungli, Kompol Amakhoita Hia yang kini menjabat sebagai Wakapolres Pematangsiantar, ketika dimintai tanggapan dan tindakan menyampaikan, agar yang bersangkutan membuat laporan ke pihak kepolisian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar.

"Silahkan membuat pengaduan yang bersangkutan di SPKT Polres Siantar, apapun itu bentuknya, pemerasan laporkan saja," ujar Kompol Amakhoita Hia kepada hetanews, Selasa (17/9/2019).

Selain membuat laporan, Kompol Amakhoita Hia kembali menyampaikan, bahwa pelapor harus menyertakan alat bukti pada saat membuat laporan.

"Laporan yang dibuat dan tapi harus dilengkapi dengan alat bukti, kalau hanya menuduh, lain ceritanya dan harus ada fakta hukumnya," pungkasnya.