HETANEWS

Ajakan Intim Ditolak, PNS Pemko Siantar Penganiaya Istri Dituntut 10 Bulan

Terdakw Hotma Patar Parulian Silalahi. Foto: dok hetanews

Siantar, hetanews.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Hotma Patar Parulian Silalahi, PNS Pemko Siantar memasuki sidang agenda pembacaan tuntutan. Terdakwa dituntut 10 bulan.

Pria berumur 39 tahun dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap istrinya, HAS (35), dipicu penolakan hubungan badan.

"Menuntut terdakwa dipidana selama 10 bulan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ana Lusiana di ruang sidang Cakra PN Siantar, Selasa (17/9/2019).

Sidang ini dipimpin Hakim Simon CP Sitorus dibantu dua rekannya M Iqbal dan Rahmat Hasan Ashari Hasibuan.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara itu terdakwa usai mendengarkan tuntutannya mengajukan permohonan lisan kepada hakim. Terdakwa memelas agar hukumannya diringankan oleh majelis hakim.

Kasus bermula saat keduanya berada dalam kamar rumah mereka di Jalan Binjai, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, 7 Mei 2019 silam.

Pagi itu di atas kasur, terdakwa mengajak istrinya dan ditolak. Terdakwa tersulut emosi hingga melayangkan tangannya ke bagian dahi korban. Pukulan mengakobatkan korban mengalami memar di bagian dahi.

JPU dalam sidang dakwaan mengatakan, akibat perbuatan ringan tangan terdakwa yang diketahui pejabat di Dinas Kominfo Siantar, mengakibatkan korban terhalang melakukan pekerjaan sehari-hari.

Lebih lanjut disampaikan JPU bahwa Pasutri yang mengikat janji suci di HKBP Sidikalang pada Mei 2017 silam, belum dikarunia anak.

Baca juga: PNS Pemko Siantar Penganiaya Istri ke Saksi: "Keluarga dia juga sering ribut-ribut"

Penulis: bt. Editor: bt.