HETANEWS

Terkait Pungli, Badan Pengawas MA Datangi PN Siantar

Banner bertuliskan larangan Pungli dan gratifikasi di PN Siantar. Foto: BT

Siantar, hetanews.com - Tim Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) RI mendatangi Pengadilan Negeri Siantar. Kedatangan mereka terkait kasus pungutan liar di lembaga peradilan tersebut.

Belum ada keterangan resmi terkait kedatangan tim yang berjumlah empat orang tersebut. Baik Ketua PN Siantar Danardono dan Humas Simon CP Sitorus belum menjawab konfirmasi dilayangkan hetanews.

Sementara itu, salah seorang sumber kepada hetanews menyebutkan, tim berjumlah 4 orang diutus terkait aksi pungli yang menyeret salah satu panitera pengganti berisinial HD. Ellen Damanik merupakan korbannya.

"Iya, (kedatangan Bawas) terkait Pungli kemarin," ujarnya, Selasa, 17 September 2019.

Sumber menambahkan, selain memeriksa HD, tim rencananya juga akan memintai keterangan Ellen, warga pemohon ganti nama yang merupakan korban Pungli.

"Tapi (Ellen) gak datang karena lagi di luar kota katanya dia," ujarnya.

Sementara itu, Ellen kepada wartawan membenarkan ia dihuhungi pihak pengadilan untuk hadir di PN Siantar.

"Tadi dihuhungi untuk hadir ke pengadilan, tapi saya gak bisa karena masih diluar kota," katanya dari seberang telepon.

Diberitakan, penitera pengganti PN Siantar berinsial HD meminta uang terhadap Ellen Damanik, salah seorang warga yang mengajukan permohonan ganti nama, pekan lalu. HD meminta uang sebesar Rp1 juta dengan dalih untuk diberikan kepada hakim.

Pihak pengadilan setelah kasusnya mencuat ke publik kemudian membentuk tim untuk mengusut kasusnya. Baik warga sebagai pemohon dan oknum panitera tersebut telah dimintai keterangan tim yang diketuai Hakim R Simorangkir.

Pun, kasus ini kemudian menambah rumit setelah adanya permintaan HD kepada media untuk menghapus berita terkait pungli yang menyeret namanya. Ini menandakan HD betul adanya melakukan Pungli.

Penulis: bt. Editor: bt.