HETANEWS

Unjuk Rasa Tak Perlu Berpanas dan Teriak dengan Suara Keras

Kajari Simalungun saat menerima warga Talun Kondot, diabadikan dengan foto bersama, di aula. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Cara baru menghadapi para pengunjukrasa, Kejari Simalungun, undang seluruh pengunjukrasa masuk ke dalam aula kantor itu, Selasa (17/9/2019). Dengan membawa berbagai spanduk, puluhan pengunjukrasa memasuki gedung dengan tertib.

Menurut Kasi Intel, Rudi Sagala SH, pihaknya akan melayani para penyampai aspirasi secara baik. Tidak perlu teriak, dengan alat pengeras suara (toa) dan berpanas - panasan. Duduk secara bersama dan berdialog secara baik. Itulah cara baru Kasi Intel menghadapi pengunjukrasa.

Terlihat puluhan massa yang mendatangi kantor Kejari Simalungun, menggunakan 2 angkutan truk, merasa puas setelah mendapatkan penjelasan dari Kajari, melalui Kasi Intel didampingi Kasi Pidsus, Asor Olodaiv, jaksa Ade dan Augus Vernando.

Sebelumnya, puluhan warga Nagori Talun Kondot, meminta agar Pangulu mereka, Sardin Saragih, dicopot.

Diduga telah melakukan penyimpangan dana desa Tahun 2016-2017, dalam pelaksanaan proyek rabat beton, di Huta Sijambe, perluasan jalan usaha tani (Telford) dan pengerasan jalan di Pusuk Perdamaian.

Selain itu, Sardin Saragih juga dituding selalu mempersulit urusan warga yang akan mengurus surat-surat, seperti pengurusan KK, akte lahir, KTP dan surat lainnya.

Menanggapi tuntutan dan aspirasi tersebut, Rudi Sagala mengatakan, jika permasalahan Dana Desa ditangani oleh pihak Ispektorat. Setelah diklarifikasi oleh pihak Kejaksaan, Inspektorat telah memberitahukan jika pangulu Sardin Saragih telah mengembalikan dana (Silpa) TA 2016 dan 2017.

Meski demikian, pihak Kejaksaan akan menyurati Inspektorat, terkait laporan warga dan mempertanyakan perkembangannya sudah sejauh mana hasil pemeriksaan terhadap Pangulu Talun Kondot. Kejari  melalui Kasi Intel akan langsung turun ke lapangan (Talun Kondot), terkait berbagai keluhan warga, katanya.

"Kita akan langsung turun ke lokasi dalam waktu dekat untuk mencari kebenaran, sehingga tidak hanya menerima pengaduan dari satu pihak saja", kata Rudi.

Koordinator aksi, Mulianto, bersama puluhan warga meninggalkan kantor secara baik. Sebelumnya, warga selalu bertanya - tanya terkait pengaduan mereka ke Inspektorat. Karena tidak pernah mendapatkan penjelasan, jika Pangulu mereka telah mengembalikan dana TA 2016-2017.

"Kita berterima kasih kepada Kajari Simalungun yang telah menerima dan memberikan penjelasan kepada kami,"ungkap Mulianto.

Penulis: ay. Editor: gun.