HETANEWS

Pungli Oknum Panitera PN Siantar, Pimpinan DPRD Singgung Keinginan Jokowi Soal Pemerintahan yang Bersih

Ilustrasi pungli. Foto: int

Siantar, hetanews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pematangsiantar menyinggung keinginan Presiden Jokowi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Demikian dikatakan Pimpinan DPRD Timbul Marganda Lingga dimintai komentarnya terkait dugaan Pungli yang melibatkan oknum panitera PN Siantar.

"Secara nasional kan Presiden Jokowi sudah kan sudah menyatakan penyelengaraan pemerintahan yang bersih dan baik. Jadi kalau ada seperti itu harapan kita tidak benar, itu yang pertama," kata Timbul dihubungi hetanews.

Baca juga: Pengakuan Warga Dipungli Oknum Panitera PN Siantar Sebesar Rp1 Juta

Adanya aksi Pungli panitera berinsial HD terhadap salah seorang warga pemhohon ganti nama, Ellen Damanik, ini telah diusut pihak pengadilan dengan membentuk tim internal guna membuat terang kasusnya. Meski begitu pihak pengadilan belum menyampaikan hasilnya ke publik.

Timbul mengapresiasi pembentukan tim internal lembaga peradilan tersebut. Dia berharap pengusutannya berjalan dengan semestisnya.

"Kalau ada tim internal (memeriksa) itu, ya, kami harapkan berjalan dengan baik lah. Kedepan dan hari ini kita harapkan (Pungli) itu tidak benar," katanya.

Ketua PN Siantar Danardono sebelumnya kepada hetanews menyampaikan pengusutan kasus dugaan Pungli sebesar Rp 1 Juta yang dilakukan panitera HD, selesai dikerjakan oleh tim internal. Meski begitu ia belum menyampaikan hasil dari pemeriksaan tersebut.

"Karena padatnya kegiatan, pemeriksaan baru selesai Kamis (12/9). sehingga baru disusun berita acaranya (pemeriksaan), untuk sebagai dasar laporan. Demikian untuk dipahami," katanya lewat pesan singkat yang diterima hetanews, Jumat (13/9).

Baca juga: Heboh Panitera Pungli Warga Rp1 Juta, Ini Penjelasan Ketua PN Siantar

Diberitakan, penitera pengganti PN Siantar berinsial HD meminta uang terhadap Ellen Damanik, salah seorang warga yang mengajukan permohonan ganti nama, pekan lalu. HD meminta uang sebesar Rp1 juta dengan dalih untuk diberikan kepada hakim.

Pihak pengadilan setelah kasusnya mencuat ke publik kemudian membentuk tim untuk mengusut kasusnya. Baik warga sebagai pemohon dan oknum panitera tersebut telah dimintai keterangan tim yang diketuai Hakim R Simorangkir.

Pun, kasus ini kemudian menambah rumit setelah adanya permintaan HD kepada media untuk menghapus berita terkait pungli yang menyeret namanya. Ini menandakan HD betul adanya melakukan Pungli.

Baca juga: Pungli Warga Rp1 Juta, Oknum Panitera PN Siantar Minta Hapus Berita

Penulis: bt. Editor: bt.