HETANEWS

Heboh...Boru Manik Nyaris Lompat dari Jembatan Rel Kereta Api, Ini Membuatnya Nekat Mau Bunuh Diri

Lusi boru Manik (18), ketika hendak melompat kebawah dari atas jembatan perlintasan Res Kereta Api dan ditolong oleh warga, Senin (16/9/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Warga seputaran Jalan Dr Wahidin Siantar, seketika saja mendadak teriak-teriak, saat melihat seorang wanita, dengan mengenakan tas sandang, mengenakan celana dan jaket Lea ini, nekad hendak bunuh diri, dengan melompat dari jembatan perlintasan Rel Kereta Api, Senin (16/9/2019), pukul 16.00 WIB.

Wanita muda tersebut, belakangan diketahui bernama Lusi boru Manik (18), warga Desa Bagadu, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Niatnya yang hendak melompat ke bawah dari titi jembatan rel kereta api itu pun,digagalkan oleh warga sekitar yang ketetapan berada di lokasi dan warga yang melihat aksi tersebut, menolong dengan cara membujuk Lusi boru Manik, agar mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi bunuh diri.

Salah satu warga, marga Hutabarat yang menolong Lusi saat ditanyai awak media mengatakan, mereka sempat melihat Lusi berjalan bersama dengan seorang lelaki yang merupakan temannya, di seputaran bantaran rel kereta api.

"Tak lama perempuan itu balik lagi sendirian tanpa teman laki-laki dan  menangis, kami lihat hendak melompat dari atas jembatan ke bawah," ujar Hutabarat, di lokasi kejadian.

Berhasil menyelamatkan Lusi dan tak berapa lama, Lusi dibawa personil Polsek Siantar Barat untuk diamankan sementara. Setelah ditanyai terkait perbuatannya, Lusi pun pingsan, lalu dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk mendapatkan perawatan medis.

Terpisah, Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa Lusi boru Manik, sudah di jemput orang tuanya.

"Tadi pas di kantor polisi, Lusi pingsan dan langsung kita bawa ke rumah sakit. Orang tua sudah datang menjemputnya setelah kita hubungin," jelas Subagya kepada awak media.

Dijelaskannya lagi, Lusi nekad hendak bunuh diri karena merasa kecil hati terhadap orang tuanya yang pilih kasih sayang. "Lusi ini anak paling kecil dari tiga bersaudara. Dia merasa orangtuanya tak sayang samanya, makanya mau bunuh diri," pungkasnya.

Subagya menjelaskan, bahwa Lusi datang ke kota Siantar, karena sekolah les salon. Dia tiap hari ke Siantar untuk kursus salon, di jalan Melanthon Siregar. Kalau orangtua merasa, bahwa Lusi yang paling disayangin, karena anak paling kecil, beber Subagya.

Penulis: hza. Editor: gun.