HETANEWS

Beli Sabu untuk Dipakai, Sahriadi Diancam 6 Tahun Bui

Terdakwa berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay).

Simalungun, hetanews.com - Sahriadi Damanik als Sahri (18), dituntut 6 tahun penjara, denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan penjara oleh jaksa Fransiska Sitorus SH, di PN Simalungun, Senin (16/9/2019). Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar Pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika.          

Terdakwa, terbukti memiliki 1 paket sabu seberat 0,18 gram (bruto). Sabu yang diamankan petugas, diakui terdakwa, dibeli dari temannya, Bocor Halus (DPO) seharga Rp.100 ribu secara patungan dengan Fadel als Togu (DPO).          

Satres Narkoba Polres Simalungun yang telah mendapatkan informasi, menangkap terdakwa, pada Rabu, 3 April 2019 lalu, pukul 23.00 WIB, di jalan Sudirman Gang Gereja, Kelurahan Perdagangan II Kecamatan Bandar. Malam itu, terdakwa sambil merokok, menunggu temannya, Fadel als Togu yang katanya mengambil kaca pirex.          

Warga Huta II Nagori Bandar Pulo, Kecamatan Bandar ini, diturunkan di jalan oleh Fadel dan disuruh menunggu. Beberapa menit kemudian, polisi datang dan menangkap terdakwa. Sepaket sabu disita dari dalam kotak rokok magnum blue, yang terletak didekat terdakwa, yang diakui akan digunakan bersama Fadel als Togu.          

Petugas langsung mengamankan terdakwa bersama barang bukti ke Polres Simalungun. Selain sabu, petugas juga menyita ponsel milik terdakwa yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk membeli sabu.         

Didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa secara lisan memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan. Sidang dipimpin ketua majelis hakim, Roziyanti SH, ditunda seminggu untuk pembacaan putusan.          

Sidang dibantu penitera, Jonathan Sinaga SH, dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.