HETANEWS

Srikandi Masuk ‘Sarang Banteng’ di Tanjungbalai

Siti Fatimah saat menyerahkan formulir pendaftaran ke Kantor PDI-P Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Siti Fatimah SH, cucu dari Bahrum Damanik, Wali Kota Tanjungbalai ke -7, periode 1975-1980, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Tanjungbalai, di Pilkada Serentak 2020.

Siti Fatimah, memilih PDIP sebagai  kendaraan partainya, dan diterima oleh Rinaldy Chair, selaku ketua penjaringan, pada Minggu (15/9/2019),  sekira pukul 20.30 WIB.

Dalam pendaftaran dan pengembalian formulir Balon Wali Kota ini, dihadiri oleh Surya Darma, selaku Ketua DPC  PDI-P Tanjungbalai, Sangkot Marpaung, Sekretaris dan Eriston Sihaloho, Bendahara Partai dan fungsionaris partai lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Fatimah mengutarakan visi dan Misinya yang berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM), bagi masyarakat kota Tanjungbalai yang berada di bawah garis kemiskinan.

Menurutnya, niat dan menjadikan sebuah keputusan yang diambilnya  hanya dalam waktu kurun beberapa jam  untuk  mendaftarkan diri ke PDI-P.

Sebenarnya, katanya, dari awal ia berniat mencalonkan diri dari jalur independent, tetapi kenapa membatalkannya?  Itu karena menurutnya, persoalan waktu dan tempat tinggalnya di DKI Jakarta, selain dirinya yang aktif di perusaahan Migas.

"Saya berfikir dan berfikir. Dan saya memutuskan untuk menetapkan diri saya untuk mencalonkan diri dari partai demokrasi Indonesia perjuangan yang diketuai oleh ibu Megawati Soekarnoputri. Mudah - mudahan kedatangan saya ke PDI-P,  pada malam hari ini (Minggu malam),  membawa berkah yang luar biasa dan pihak Partai PDI-P  sendiri, bisa mengusung saya yang pastinya mengeluarkan recommend,”ucap Siti Fatimah yang sudah mendapat mandat dan akan dilantik, pada 23 September 2019, sebagai Ketua DPW Partai Berkarya. Dan pelantikan itu, direncanakan di Sentul oleh Ketua Berkarya, Tommy Soeharto.

Masih katanya, salah satunya program kerjanya yang selaras dengan PDI-P, yakni, mengadakan kartu sehat kepada warga, dengan mendirikan posko kesehatan.

Dan dengan mengeluarkan biaya  Rp 5000, warga bisa mendapatkan pengobatan secara gratis dari posko kesehatan tersebut. Nantinya, keluhan warga akan ditangani oleh tenaga medis, yang telah dikontrak khusus untuk melayani warga, jelasnya.

Selain itu,  dirinya juga akan menyediakan bantuan hukum, yang juga dipusatkan di posko tersebut, ucap Siti Fatimah, di hadapan Fungsioner PDI-P Tanjungbalai.

Surya Darma selaku Ketua DPC PDI-P Tanjungbalai, sangat mengapresiasi pendaftaran Siti Fatimah.

Dan beliau adalah peserta yang ke 6 yang mendaftarkan diri dalam kompetisi ini dan satu- satunya srikandi dalam pencalonan ini, katanya.

Sementara itu, pemerhati sosial, Ferry Matondang sangat mengapresiasi visi dan misi yang diutarakan oleh Siti Fatimah.

Dan menurutnya, perlu juga diperhatikan hal- hal lainnya, seperti warga Tanjungbalai yang rata- rata sebagai nelayan dan sudah semestinya kestabilan harga ikan saat ini harus dan perlu campur tangan pemerintah kota. Kemudian upah dari para anak buah kapal (ABK ) nelayan, ini juga jangan luput dari perhatian, harapnya.

Ferry Matondang juga merasa perlunya menciptakan suatu arus  perubahan dalam rangka terciptanya  kebersihan dan keteraturan dalam berlalu lintas  dengan menerapkan car free day di Tanjungbalai setiap hari Minggu, di jalan Sudirman (Pusat Kota) .

Hal ini akan membuka lapangan kerja baru, dimana pedagang makanan dan barang, serta pakaian bisa berjualan disitu, walaupun dalam  kurun waktu 3 - 4 jam saja dan terakhir  area parkir sepeda motor yang dikelola dengan baik akan menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah), ucapnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.