HETANEWS

Pimpinan KPK Beri Mandat ke Presiden, ICW: di Tengah Pelemahan KPK, Itu Wajar

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana (Foto: Isal Mawardi/detikcom)

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pengembalian mandat itu merupakan hal yang wajar di tengah pelemahan KPK.

"Kita pandang 3 komisioner KPK yang mengembalikan pengelolaan ke presiden itu sebagai tindakan yang wajar, di tengah pelemahan KPK yang luar biasa dilakukan pemerintah dan DPR," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, di Bangi Kopi, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (15/9/2019).

Menurut Kurnia, di tengah gencarnya revisi UU KPK, pihaknya tidak melihat peran presiden menyelamatkan KPK. Apalagi, kata dia, banyak kasus yang selama ini masih belum terselesaikan terkait KPK.

"Kita belum selesai dengan kasus Novel Baswedan yang belum terungkap hari ini, ditambah capim yang diduga mempunyai masalah dan juga persoalan legislasi, memang presiden sebagai salah satu aktor utama yang sangat berperan untuk menyelamatkan KPK, tapi tidak terjadi," ujar Kurnia.

Karena itu, kata Kurnia, wajar jika Agus cs mengembalikan mandat kepada Presiden. Sebab, selama ini memang tidak ada upaya penyelamatan KPK yang dilakukan Jokowi maupun pemerintah.

"Untuk itu wajar saja jika 3 komisioner KPK, mengungkapkan hal-hal seperti itu, dan tidak ada sikap yang reaktif seperti dari istana yang mengatakan kekanak-kanakan, ada yang menyebutkan berlebihan, karena memang saat ini kondisinya istana ya aktivis-aktivis istana tidak terlihat di isu menyelamatkan KPK," tegasnya.

Sebelumnya, Agus Rahardjo bersama Saut Situmorang dan Laode Syarif menyampaikan kegelisahannya akan kondisi saat ini, yakni sudah disepakatinya revisi UU KPK oleh pemerintah dan DPR. Agus mengatakan pengelolaan KPK akan dikembalikan ke Presiden Jokowi.

"Dengan berat hati, pada hari ini, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Agus di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/9).

"Kami menunggu perintah apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai bulan Desember dan kemudian akan tetap operasional seperti biasa. Kami menunggu perintah," kata Agus.

Sumber: Detik.com

Editor: tom.