HETANEWS

Kabut Asap Makin Pekat di Palangkaraya, Siswa Tetap Sekolah meski Sesak Napas

Salah seorang siswa di Kota Palangkaraya, Kalteng, mengaku tetap harus sekolah meskipun merasa sesak napas karena kabut asap di kota itu, Sabtu (14/9/2019).

Kalteng, hetanews.com - Di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para siswa di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), tetap harus bersekolah, Sabtu (14/9/2019) pagi.

Hingga kini, dinas pendidikan setempat belum meliburkan kegiatan sekolah meskipun kualitas udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

Sabtu pagi, kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palangkaraya, akibat maraknya karhutla serta asap kiriman dari kabupaten terdekat. Warga, termasuk para siswa hanya bisa mengenakan masker untuk mengantisipasi dampak paparan kabut asap.

Namun, masker juga tidak banyak membantu. Kabut asap yang semakin parah beberapa hari terakhir membuat para siswa merasakan sesak napas, batuk, dan mata perih. Kondisi ini membuat siswa mengaku tidak bisa berkonsentrasi belajar.

“Rasanya sesak banget. Maunya semoga asap ini cepat hilang dan udara bisa segar. Kalau kayak gini, enggak bisa konsentrasi belajar,” kata siswi salah satu SD di Palangkaraya, Keli Yunita.

Kabut asap yang semakin tebal juga membuat para orang tua maupun pihak sekolah khawatir terhadap kondisi para siswa. Mereka berharap Dinas Pendidikan Kalteng segera mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah. Selama ini, instansi terkait baru megeluarkan surat edara untuk mengundurkan jam belajar selama satu jam.

“Kalau bisa untuk sementara kegiatan sekolah bisa diliburkan sampai kabut asap mulai hilang. Soalnya kabut asap ini sangat berbahaya untuk kesehatan, terutama anak-anak,” kata orang tua siswa, Linda.

“Melihat kondisi seperti ini, kami berharap ada keputusan dari pejabat terkait untuk kesehatan anak-anak. Kondisi ini sangat berbahaya untuk kesehatan,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Menteng Palangkaraya, Deny.

Warga juga meminta pemeritah dan pihak terkait untuk memaksimalkan penanganan karhutla. Selain itu, warga berharap hujan segera turun agar menghilangkan kabut asap yang telah membuat kondisi udara di Palangkaraya tidak sehat dan mengkhawatirkan.

sumber: inews.id

Editor: sella.