HETANEWS

Usangnya Taktik Zinedine Zidane

Zinedine Zidane kembali ke Madrid pada 11 Maret 2019 sebagai solusi untuk mengatasi situasi buruk di Real Madrid. Sayang, kembalinya pelatih berkepala plontos tak diiringi dengan prestasi

Madrid - Zinedine Zidane kembali ke Madrid pada 11 Maret 2019 sebagai solusi untuk mengatasi situasi buruk di Real Madrid. Sayang, kembalinya pelatih berkepala plontos tak diiringi dengan prestasi.

Evolusi yang diterapkan Zidane justru berdampak pada penurunan grafik penampilan Madrid di musim ini. Dari tiga pertandingan yang telah dijalani Los Blancos di kompetisi domestik (Liga Spanyol), Eden Hazard dkk tercatat hanya sekali menang. Dua laga di antaranya berakhir imbang.

Hasil tersebut membuat Madrid nangkring di urutan kelima dengan raihan lima poin. Mereka tertinggal empat angka dari pemuncak klasemen sementar Liga Spanyol, Atletico Madrid. Ada beberapa faktor yang membuat Zizou sapaan akrabnya tampil kurang garang di awal musim ini.

Salah satunya mengenai keputusan teknis dan taktis kontroversial yang membuat Madrid terkesan melempem di awal musim. Konsentrasi Zidane makin hilang setelah adanya desakan dari penggemar untuk melakukan perubahan.

Hal inilah yang membuat Zidane merasa tak betah berlama-lama duduk di kursi kepelatihan Madrid. Bahkan selentingan kabar muncul bahwa Jose Mourinho siap menggantikan peran Zizou di Madrid. Entah berapa lama lagi Zizou bertahan dengan situasi yang dialaminya.

berikut fakta tentang keterpurukan Zinedine Zidane

1.Kehilangan Banyak Poin

ejak kembali ke Madrid pada Maret lalu, Zidane telah mencetak enam kemenangan, empat imbang, dan empat kali kalah. Ini berarti Zidane telah kehilangan lebih banyak poin (20) daripada yang dia menangkan (18). Awal musim tidak mengubah pandangannya tentang permainan buruk Madrid. Dalam tiga pertandingan pertama, Zidane hanya mampu mengantongi lima poin dari sembilan angka yang dipertaruhkan.

2.Keraguan Skuat

Kepergian pemain muda seperti Marcos Llorente, Reguilon, dan Ceballos menyebabkan beberapa kegelisahan di antara para penggemar. Pasalnya, Zidane terkesan lebih memilih untuk memertahankan pemain yang sudah berusia (tua) ketimbang muda.

3,Keylor Navas 

Kiper yang satu ini menjadi salah satu pemain yang paling diidolakan penggemar dan ruang ganti. Namun, Zidane sepertinya menutup pintu sepenuhnya kepada Navas dan berusaha meyakinkan kepada penggemar bahwa Madrid memiliki kiper terbaik yakni Courtois.

Itu sebabnya, Navas memilih hengkang ke Paris Saint Germain (PSG) ketimbang bertahan di Madrid. Tapi sayangnya, Courtois belum menunjukkan kemampuannya selama berada di bawah mistar gawang. Tercatat, kiper asal Belgia itu sudah kebobolan sebanyak empat gol.

4.Definisi Taktis

Zinedine Zidane telah memainkan tiga pertandingan bersama Madrid melawan Celta Vigo, Valladolid, dan Villarreal dengan pola permainan yang berbeda. Pelatih asal Prancis itu dinilai lebih memikirkan permainan lawan ketimbang timnya sendiri.

Pertandingan pertama melawan Celta Vigo, Zidane memilih formasi 1-4-3-3 dengan Gareth Bale dan Vinicius sebagai ujung tombak. Pada hari kedua, ia memertahankan disposisi, tetapi memberikan kepemilikan kepada James sebagai gelandang ketiga dan Isco mulai di sebelah kiri.

Langkah terakhir Zidane adalah menggunakan 1-4-4-2 melawan Villarreal, dengan Lucas dan Bale di sayap dan dua pusat penyerang (Jovic dan Benzema). Begitu banyak variasi yang memberi keraguan dan mengonsumsi kegagalan Zidane.

Sumber: sindonews.com

Editor: tom.