HETANEWS

Penjual dan Pembeli Sabu Dituntut 8 Tahun Penjara

Dua terdakwa berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dharma Parulian Pulungan (36), warga Kampung Amansari Bawah, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, dituntut 8,6 tahun penjara, dan Indrayana alias Fize alias Ego (42), warga Huta V Bandar Jambu, Kecamatan Pematang Dolok Kahean Tapian Dolok, dituntut 8 tahun.

Masing-masing didenda Rp.1 milyar, subsider 3 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (12/9/2019).             

Keduanya, terbukti sebagai penjual dan pembeli  sabu. Jaksa Indri SH, dalam surat tuntutannya menyebutkan, tertangkapnya terdakwa Indrayana alias Fize alias Ego, bersama barang bukti 2 gram sabu yang dibagi dalam 10 paket harga Rp 100 ribu dan 6 paket harga Rp 150 ribu.             

Ego ditangkap anggota Polsek Serbelawan, Joko Priono, M Ruskin, M Yunus Manurung, dan Anggi Afrianes, pada Selasa, 22 Januari 2019, pukul 09.00 WIB, di Warnet Bandar Jambu,  kampung terdakwa. Polisi menyita sabu dan ganja.                   

Sabu diakui, diperoleh dari terdakwa Dharma Parulian Pulungan, dengan sistem laku bayar. Lalu Dharma ditangkap di rumahnya, pada hari yang sama. Sedangkan ganja dibeli dari temannya, di Medan. Dua paket ganja sudah dijual dan sepaket dijual kepada  Dharma.

Dari Dharma, petugas menyita barang bukti, kaleng rokok gudang garam berisi sabu, ganja kering dibungkus plastik kresek, sebuah timbangan digital, satu bks kertas tictak, 2 buah kompeng yang ada pipetnya, 3 buah kaca pirex, sebuah HP Oppo dan uang tunai Rp 540 ribu hasil penjualan sabu yang disetor Indrayana.                      

Menyikapi tuntutan jaksa tersebut, didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH, kedua terdakwa secara lisan memohon agar hukumannya diringankan hakim. Untuk mendengar putusan majelis hakim, yang diketuai Rozyanti SH, sidang ditutup dan dibuka kembali, pada Kamis pekan depan.

Penulis: ay. Editor: gun.