HETANEWS

AS-China Sedang Mesra, Yuan Melemah Lagi Terhadap Rupiah

Jakarta - Mata uang yuan China melemah melawan rupiah pada perdagangan Kamis (12/9/19), padahal hubungan Pemerintah Tiongkok sedang mesra-mesranya.

Di awal perdagangan yuan menguat 0,29% ke Rp 1.980,27, tapi seiring makin terbenamnya matahari, yuan justru semakin melemah. Pada pukul 18:04 WIB, yuan berada di Rp 1.973,55, melemah 0,05% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Artinya, yuan masih betah di dekat level terlemah lebih dari dua tahun Rp 1.965,43 yang disentuh awal pekan lalu.

Hubungan AS-China kian mesra setelah Pemerintah Tiongkok Rabu kemarin menghapus pengenaan bea masuk untuk importasi 734 produk AS di antaranya daging sapi, daging babi, kedelai, dan tembaga.



Produk-produk ini adalah bagian dari daftar barang-barang impor dari AS senilai US$ 50 miliar yang kena bea masuk sejak Juli tahun lalu. Namun pembebasan bea masuk ini harus diajukan oleh pengusaha, yang harus membuktikan bahwa mereka memang terkena dampak perang dagang.

"Kami sedang menyiapkan aplikasinya, akan segera kami serahkan. Ini adalah kabar yang sangat baik," kata Shi Lei, seorang manajer di perusahaan importir daging yang berbasis di Beijing, seperti diberitakan Reuters.

Tidak hanya dunia usaha di China, bahkan Presiden AS Donald Trump memuji langkah ini. Menurut Trump, Beijing sudah melakukan langkah besar.
 

"Mereka (China) pernah membuat sejumlah kebijakan yang cukup baik. Saya rasa ini gestur yang baik. Namun yang sekarang adalah langkah besar," kata Trump, seperti diwartakan Reuters.

Di kala suasana batin dua raksasa ekonomi ini adem, investor menjadi ceria, dan kembali masuk ke aset-aset berisiko yang memberikan imbal hasil tinggi. Rupiah menjadi salah satu aset yang mendapat berkah dari mesranya hubungan AS-China, bahkan berkahnya lebih banyak dari yuan.
 

Sumber: cnbcindonesia.com

Editor: tom.