HETANEWS

8 Fakta Tewasnya Abang Adik Aryanto Sibarani (48) dan Wawan Sibarani (46) Dikeroyok di Bekasi Timur

Keluarga meratapi jenazah abang adik Sibarani saat dimasukkan di peti mati di rumah duka.

Bekasi, hetanews.com - Tampak keluarga meratapi kepergian Aryanto Sibarani (48) dan Wawan Pribadi Sibarani (46) yang sudah berada dalam peti mati.

Mereka tidak terima dengan kepergian kakak beradik itu.  Aryanto dan Wawan merupakan korban pengeroyokan saat terjadi keributan dalam acara konser dangdutan malam perayaan kemerdekaan di Kampung Rawa Aren, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi,..

Keduannya tewas akibat cekcok mulut masalah sepele yang awalnya diduga saling tatap-tatapan antara pelaku dan korban.

Berikut fakta-faktanya atas peristiwa ini:

  • Empat Pelaku sudah Ditangkap

Empat orang berinisial R, AM, HS, dan DP yang mengeroyok dua orang kakak-beradik (AS dan WPS) hingga tewas di Duren Jaya, Bekasi Timur ditangkap polisi, Minggu (9/9/2019) siang.

Empat orang itu kini ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

"Dari pengembangan kasus ini, kita sudah berhasil menangkap empat orang tersangka, semuanya ini notabene warga di sekitar lokasi," ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana dalam konferensi pers, Senin (9/9/2019) siang.

"Saat kita penindakan setelah kejadian ini, hanya empat orang ini yang kita temukan, kita ambil di rumah masing-masing," tambah Eka.

Para pelaku diancam Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya seseorang.

"Ancamannya hukuman penjara, paling lama 12 tahun," tutup Eka.

4 orang pelaku lagi diburu

Jajaran Polres Metro Bekasi Kota masih memburu 4 orang tersangka pengeroyokan terhadap kakak-beradik berinisial WPS (48) dan AS (38).

Saat ini, polisi baru meringkus 4 dari total 8 tersangka yang mengeroyok kedua korban hingga tewas itu.

''Untuk 4 orang lagi, sedang kita lakukan pendalaman, pencarian. Kita minta waktu kepada teman-teman semua," ujar Eka.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa menangkap 4 orang ini," tambah dia.

Eka menyebut, insiden pengeroyokan tersebut melibatkan banyak orang.

Namun, segelintir dari mereka merupakan pihak yang coba melerai pengeroyokan tersebut. "Memang ada banyak orang di situ, dari orang-orang itu ada juga yang berusaha melerai, termasuk di antaranya Pak RT yang sempat melerai," Eka menjelaskan.

Minggu (8/9/2019), AS dan Wawan tewas karena mengalami luka parah di kepala.

  • Sang Kakak Ikut Korban saat menuju ke lokasi sang adik dikeroyok

Sementara itu, ipar dari Aryanto yang bernama Deston (33) menyebutkan, saat kejadian kakaknya berniat untuk mendatangi rumah saudara di daerah Bulak Kapal, Bekasi.

Namun, tiba-tiba Aryanto mendapat kabar kalau adiknya Wawan dikeroyok di sebuah konser dangdut.

Tak terima adiknya dikeroyok, Aryanto lantas mendatangi lokasi kejadian, berniat menyelamatkan Wawan dari amukan massa.

"Di sana ada acara dangdutan sepertinya perayaan 17-an. Kemudian dia dikeroyok," kata Deston.

  • Sempat dilarikan ke RS

Deston menyebutkan, kedua sudaranya itu sempat dilarikan ke RSUD Bekasi Kota, Keramat Jati untuk mendapatkan perawatan. "Saudara saya paginya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi Kota," ucap Deston.

Namun, karena luka di kepala yang cukup parah keduanya dinyatakan meninggal dunia. Kedua jenazah lantas dibawa petugas ke RS Polri Keramat Jati untuk diautopsi. Deston menyebutkan, pihak keluarga tidak mengetahui alasan pengeroyokan terhadap kedua korban.

Sementara itu, dilansir kanal YouTube KOMPASTV yang diunggah Senin (8/9/2019), pihak kepolisian masih terus mendalami motif pengeroyokan itu.
  • Pelaku diduga dalam keadaan mabuk

Para pelaku pengeroyokan itu diduga dalam kondisi mabuk saat menganiaya korban. Tak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga merusak rumah kontrakan korban. 

Joko Budi, Petugas Forensik RSUD Kota Bekasi menyebutkan, kedua korban mengalami luka parah di kepala dan hidung. "Setahu saya pengeroyokan, dua-duanya meninggal."

"Luka di kepala sama di pelipis sama hidung keluar darah," kata Joko.

  • Keterangan saksi

Saksi di lokasi kejadian menyampaikan, awalnya korban dan pelaku saling tatap dan tersulut emosi.  Tak lama setelah itu, pelaku akhirnya mengeroyok korban hingga tewas.

Setelah diautopsi di RS Polri Keramat jati, dua jenazah korban lantas dibawa ke rumah duka di daerah Bojong Menteng, Bekasi Timur, Bekasi pada Minggu (8/9/2019) sekira pukul 19.38 WIB. 

  • Dipicu masalah sepele

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto peristiwa kematian korban dipicu karena masalah sepele. “Awalnya saling tatap-tatapan dengan pelaku, selesai acara dangdutan baru terjadi keributan,” katanya.

Indarto mengatakan, kematian korban akibat sekelompok pelaku melakukan penyerangan secara membabi buta. Keduanya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

  • Mengantisipasi serangan balik

Untuk meminimalisasi adanya serangan balik, diterjunkan sejumlah petugas dari Polsek Bekasi Timur dan Polres Metropolitan Bekasi Kota.

"Kami terjunkan anggota agar tidak ada dendam. Jangan sampai terjadi bentrok lagi. Ini sudah cukup dan kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap pelaku," kata Kombes Indarto.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.