HETANEWS

Hilang, Pasangan Travel Blogger Australia Diduga Ditangkap Iran

Blogger perjalanan Australia Jolie King dan Mark Firkin ditahan di Iran.

Australia, hetanews.com - Dua warga Australia diduga ditahan di Iran pada Kamis (11/9/2019). Pasangan travel blogger itu diyakini ditangkap saat melakukan perjalanan darat dari negara asal mereka menuju Inggris.

Jolie King dan Mark Firkin, yang berasal dari Perth, mendokumentasikan perjalanan mereka di media sosial selama dua tahun terakhir. Namun mereka tak mengunggah apa pun setelah memposting berada di Kirgistan dan Pakistan sekitar 10 pekan lalu.

"Keluarga kami berharap melihat Mark dan Jolie pulang dengan selamat secepat mungkin," bunyi pernyataan yang dikeluarkan keluarga mereka, seperti dilaporkan AFP, Kamis (12/9/2019).

Australia pertama kali mengungkapkan pada Rabu kemarin bahwa tiga warganya ditangkap oleh pihak berwenang di Iran.

Times of London melaporkan, orang ketiga yang diduga ditangkap adalah seorang akademisi Inggris-Australia yang belajar di Universitas Cambridge dan bekerja sebagai dosen di Australia. Dia ditangkap di Iran hampir setahun lalu.

Berita penangkapan itu merebak setelah Australia mengumumkan akan bergabung dengan misi pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk melindungi kapal-kapal di Selat Hormuz.

Times juga melaporkan, King dan perempuan lain ditahan di penjara Evin Teheran dan salah satu dari mereka diberitahu bahwa perempuan itu ditahan sebagai bagian dari rencana pertukaran tahanan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison bulan lalu mengumumkan Australia akan terlibat dalam misi Teluk yang dipimpin AS. Australia akan mengirim kapal fregat, pesawat pengintai maritim P8, dan staf pendukung, yang juga akan melibatkan pasukan Inggris.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan pihaknya memberi bantuan konsuler kepada tiga orang yang ditahan itu dan mendesak warga untuk mempertimbangkan kembali jika mau bepergian ke Iran.

Awal pekan ini, pemerintah Australia memperbarui travel advice ke Iran bagi wargnya.

"Untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan Anda untuk bepergian dan jangan bepergian ke daerah-daerah dekat perbatasan dengan Irak dan Afghanistan."

sumber: inews.id

Editor: sella.