HETANEWS

KPK Tahan Aspri Menpora Miftahul Ulum

Asisten Pribadi Menpora, Miftahul Ulum

Jakarta - Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Miftahul Ulum, ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK. Penahanan ini dilakukan tanpa adanya pengumuman tersangka sebelumnya oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di belakang gedung MP (Merah Putih). Tentu sudah Penyidikan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/9) malam.

Febri berdalih masih adanya penyidikan awal yang perlu dilakukan menjadi alasan pihaknya melakukan penahanan terlebih dulu. Mengenai detail lengkap kasus, dia mengungkapkan akan disampaikan melalui konferensi pers. Kendati begitu, ia tidak menyampaikan kapan waktu tepat mengenai pengumuman tersangka tersebut.

"Perkara lengkap akan kami umumkan melalui konferensi pers secara resmi. Masih ada kegiatan penyidikan awal yang perlu dilakukan," pungkas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ulum ke luar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 20.40 WIB. Padahal dalam agenda pemeriksaan hari ini pun, nama Ulum tidak ada dalam catatan.

Sinyal penetapan tersangka sebetulnya sudah disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada akhir bulan Juli lalu.
"Nanti kita lihat, kalau saatnya ada nanti kita sampaikan. Nanti kita umumkan," kata Saut, Senin (29/7).

Dalam perkara dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), nama Ulum dan Imam Nahrawi cukup santer terdengar. Dalam fakta persidangan, keduanya disebut ikut menerima uang haram itu.

Pada persidangan pula, Ulum pernah mengaku meminta 'uang kopi' senilai Rp2 juta kepada Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Uang itu dibagikan kepada dua anak Imam.

Sementara itu dalam putusan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini uang senilai Rp11,5 miliar mengalir ke Imam Nahrawi. Uang itu diserahkan Fuad kepada Imam melalui Ulum dan staf protokol Kemenpora, Arief Susanto.

Ulum menerima uang dengan rincian Rp2 miliar pada Maret 2018, yang diserahkan di kantor KONI. Kemudian, Rp500 juta diserahkan pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI. Selanjutnya, Rp3 miliar melalui Arief Susanto yang menjadi orang suruhan Ulum.

Kemudian, Rp3 miliar kepada Ulum di ruang kerja Sekjen KONI pada Mei 2018. Selanjutnya, penyerahan Rp3 miliar dalam mata uang asing. Uang diserahkan sebelum Lebaran di Lapangan Tenis Kemenpora pada 2018.

Sumber: cnnindonesia.com

Editor: tom.