HETANEWS

Trump Pecat Penasihat Keamanan John Bolton

Foto dokumentasi pada 9 April 2018 memperlihatkan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton (kanan), sedang mendengarkan Presiden AS Donald Trump saat berbicara tentang serangan FBI di kantor pengacara Michael Cohen di Washington, DC.

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memecat Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton, Selasa (10/9). Namun Bolton bersikeras bahwa dia mengundurkan diri, bukan dipecat.

"Saya meminta Bolton untuk mengundurkan diri, dan dia telah memberikan (surat pengunduran diri, Red) kepada saya pagi ini," kata Trump dalam cuitan di akun Twitter-nya, Selasa.

Menurut Trump, alasannya memecat Bolton karena "sangat tidak setuju" dengan beberapa tindakan ekstrim Bolton yang dikenal sebagai penasihat keamanan "garis keras". Bolton, yang telah bertugas sejak April 2018, adalah Penasihat Keamanan Nasional ketiga yang dipecat Trump, setelah Michael Flynn dan HR McMaster.

"Saya akan menunjuk pengganti Bolton pekan depan," ujar Trump.

Gedung Putih mengumumkan bahwa pejabat sementara Penasihat Keamanan Nasional adalah Charles Kupperman, yang merupakan wakil Bolton. Dia akan menjalankan tugas sampai Presiden Trump menunjuk Penasihat Keamanan Nasional yang baru.

Beberapa saat setelah cuitan Trump, Bolton membuat pernyataan mengejutkan melalui akun Twitter-nya. Dia bersikeras bahwa dia yang mengundurkan diri dan bersumpah untuk mengumumkannya pada waktunya.

"Saya benar-benar menawarkan pengunduran diri, tetapi Presiden Trump mengatakan mari kita bicarakan ini besok," ujar Bolton.

Ketika berita pemecatan tersiar, Bolton mengirim SMS ke pembawa acara Fox News di TV untuk menegaskan bahwa dia telah mengundurkan diri sebagai Penasihat Keamanan Nasional.

Dia juga mengirim pesan singkat kepada reporter Washington Post, Robert Costa, untuk melaporkan bahwa dia akan mengumumkan pengunduran diri pada waktunya.

"Satu-satunya kekhawatiran saya adalah keamanan nasional AS," tulis Bolton dalam pesan singkat kepada Costa.
Bolton mengatakan, alasan pengunduran dirinya disebabkan dia tidak setuju dengan presiden mengenai sejumlah tantangan kebijakan luar negeri, antara lain soal Afghanistan dan Iran.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.