HETANEWS

Pangeran Jawa Tengah Sebut Tumbur Napitupulu Mrantasi Gawe

Tjahyo Kumolo dan Kanjeng Pangeran Karyonagoro

Simalungun, hetanews.com – Kondisi yang terjadi sekarang ini di Kabupaten Simalungun, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menyelesaikan semua PR (masalah) yang ada dengan tuntas, agar kekayaan alam dapat dinikmati secara bersama oleh warga yang bermukim di sana.

Pilkada yang akan digelar pada tahun depan 2020 menjadi momen penting bagi warga Simalungun untuk menentukan masa depannya 5 tahun ke depan. Karena itu, warga harus mencari informasi yang benar terkait siapa calon pemimpin yang akan bertarung. Mempelajari sosok dengan benar akan mempermudah warga untuk memilih.

Melihat hal ini, seorang Kanjeng Pangeran  yang beralas dari Jawa Tengah ikut memberikan informasi kepada warga Simalungun terhadap seorang sosok, yang telah dikenalnya sejak kuliah di Universitas Indonesia (UI), puluhan tahun yang lalu. Bahkan, dia akan turun secara langsung ke wilayah berbasis suku Jawa, untuk mensosialisasikan sosok yang mrantasi gawe.

Nama Kanjeng Pangeran Karyonagoro belum pernah terdengar di Sumut, terkhusus di kabupaten Simalungun, tetapi bagi masyarakat provinsi Jawa Tengah nama Kanjeng Pangeran Karyonagoro sudah tidak asing lagi, yang juga merupakan sahabat dèkat Presiden Republik Indonesia. 

Pangeran Karyonagoro mengetahui dari di media online, sahabatnya Tumbur Napitupulu maju menuju Simalungun 1. “Saya sendiri kaget dan langsung menelepon Tumbur, dan menanyakan apakah serius ingin maju?” ujarnya.

Lalu, sahabat Tumbur menjawab dengan jelas bahwa dia serius ingin maju membangun dan memandirikan kampung halamannya, Kabupaten Simalungun. 

“Saya sebagai sahabat, bahkan sudah seperti adik kakak kandung dengan Tumbur Napitupulu akan turun ke Kabupaten Simalungun untuk berjumpa para sesepuh masyarakat Jawa yang ada di sana,” ungkapnya. 

Pemimpin yang baik itu, orang yang berbudi luhur, andap asor, jujur, pandai dan berwawasan luas, tidak punya pamrih hanya untuk kepentingannya sendiri, berani hidup sederhana, berani menegakkan kebenaran, bijak dan mrantasi gawe (mampu menuntaskan semua masalah). Karena kebijakan dan tindakannya sesuai dengan semesta dan diatas segalanya, pemimpin itu telah tercerahkan. 

“Beliau…., setau saya memiliki sifat yang jujur, komitmen, rendah hati, suka menolong dan dalam kehidupan tidak memandanga suku, agama dan golongan,” terangnya. 

Hakikat bekerja bukanlah bekerja itu sendiri, tapi bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Kita bisa melihat banyak orang yang sibuk dan asyik dengan pekerjaannya, tapi tidak ke mana-mana, alias tidak menghasilkan apa-apa.

Tumbur Napitulu SE, adalah calon pemimpin yang berkualitas, yang bisa mrantasi gawe. Bukan pemimpin yang hanya bisa ngomong manis dan mengobral janji, bergaya sopan seperti a gentleman atau a gentle lady. 

Masih menurut Kanjeng Pangeran Karyonagoro, Tumbur Napitupulu sosok seorang satria, artinya orang yang terhormat karena perilaku dan tindakannya yang baik dan benar (Berbudi bawa laksana). 

Satria itu orang yang bertanggung jawab. Ini merupakan sikap yang penting untuk saat ini, dimana orang yang berani bertanggung jawab semakin langka. Kebanyakan orang maunya sibuk cari fasilitas, dapat duit banyak dengan cara mudah dan tanpa tanggung jawab. 

“Saya sangat yakin dan percaya jika Tumbur Napitupulu menjadi Bupati maka masyarakat menjadi mandiri dan sejahtera. Kabupaten Simalungun sangat bangga memiki putra terbaik seperti beliau,” katanya.

Dia pun menegaskan akan turun ke Kabupaten Simalungun mendukung penuh Tumbur Napitupulu menjadi bupati Simalungun tahun 2020-2025. “Saatnya Simalungun diarahkan oleh pemimpin yang memiliki keinginan untuk membangun,” tutupnya. 

Penulis: tim. Editor: tom.