HETANEWS

Pengakuan Warga Dipungli Oknum Panitera PN Siantar Sebesar Rp1 Juta

Ilustrasi Pungli. Foto: int

Siantar, hetanews.com - Pungutan liar atau Pungli di PN Siantar mencuat dan menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Kota Siantar. Ellen Damanik, korbannya pun akhirnya buka suara.

Kepada hetanews, korban menuturkan, Pungli dialaminya ketika mengurus permohonan ganti nama di lembaga peradilan tingkat pertama tersebut. Pungutan dilakukan oknum Panitera Pengganti berinisial HD.

"Alasannya ibu itu (uang) untuk hakim. Kujawab gak ada uangku segitu (Rp1 juta), ibu Hotma bilang 'setengahnya pun jadi'. Padahal biaya administrasi ke negara udah kusetor Rp206 ribu, makanya ini uang apalagi," ujarnya.

Baca juga: Heboh Oknum Panitera Minta Uang Jual Nama Hakim, PN Siantar Bentuk Tim

Pungutan dialami korban berlangsung pekan lalu, setelah warga Jalan Pematang, mendaftar permohonan perubahan namanya menjadi Ellen Hong Damanik. Permintaan uang terjadi di salah satu ruang sidang.

"Aku sempat terkejut dimintai segitu, memangnya aku ada berbuat kriminal kok dimintai segitu sama buk Hotma itu. Aku ada saksi kawanku Lisda waktu buk Hotma minta uang di ruang sidang," terang Ellen dihubungi hetanews, Rabu, 11 September 2019.

Kasus ini pun panjang setelah adanya pemberitaan media. PN Siantar kemudian membentuk tim mengusut kasusnya. Ellen tak menampik telah dimintai keterangan oleh tim yang dibentuk tersebut.

"Iya, aku dipanggil ama pengadilan. Ya uda aku ceritain lah bang ama (tim) yang nanya-nanya itu," ujarnya.

Sebelumnya, salah satu tim pemeriksa mengaku terkejut ketika wartawan mengetahui adanya pembentukan tim mengusut kasus Pungli. Ia mengaku kasusnya dalam penyelidikan tim.

"(Hasil pemeriksaan) belum, tim masih mau manggil saksi-saksi," kata sekretaris pengadilan, Mediana Tarigan yang juga salah satu anggora tim, kemarin.

Baca juga: Heboh Kasus Minta Uang Panitera PN Siantar, Ini Penuturan Tim Pemeriksa

Penulis: bt. Editor: bt.