HETANEWS

Setubuhi Pacar Sambil Ancam Pakai Pisau, Terdakwa Ini Divonis 10 Tahun Penjara

Terdakwa digiring petugas usai divonis 10 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, bersama 2 hakim anggota, Hendrawan Nainggolan SH dan Mince Ginting SH, menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara terhadap terdakwa TSS (24), warga Huta VI Nagori Buntu Bayu Hatonduhan.

Vonis tersebut, diucapkan dalam persidangan, Rabu (11/9/2019), di PN Simalungun.

Sebelumnya, terdakwa dituntut jaksa, Sari Ramadhani Lubis SH, dengan pidana penjara 12 tahun.

Dengan segala pertimbangannya, hakim meringankan hukumannya, menjadi 10 tahun.

TSS terbukti menyetubuhi saksi korban, Dian (nama samaran) secara paksa dengan ancaman pisau cutter.

Hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), sependapat menyatakan, pelaku terbukti bersalah melanggar  Pasal I angka I, yakni, Pasal 81 (1) peraturan pemerintah pengganti UU RI No.I/2016 tentang perubahan kedua atas UUNo.23/2002 tentang perlindungan anak yang telah ditetapkan sebagai UU No.17/2016. Korban Dian masih belum dewasa (kurang dari 18 tahun).

Pelaku memaksa korban untuk disetubuhi dengan ancaman pisau cutter bergagang merah, sembari mencekik leher korban.

Perbuatan itu, dilakukan terdakwa pada Senin, 13 Mei 2018 lalu, di rumah saksi korban yang masih sekampung dengan korban.

Keduanya menjalin hubungan pacaran, dan terdakwa takut jika korban dengan orang lain, maka terdakwa nekat merusak korban dengan cara menyetubuhinya.

Dengan mengatakan "harus sama ku kau, kalo gak sama ku lebih baik kau ku matikan,"kata terdakwa, sehingga korban menjadi ketakutan.

Usai melampiaskan nafsunya, terdakwa pergi dari belakang rumah dan meninggalkan korban, sambil mengancam agar tidak memberitahukan kepada siapapun.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Sidang dibantu panitera pengganti, Dedi Tambunan SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.