HETANEWS

Hefriansyah Minta Inspektorat Periksa Budi Utari, Hammam Sholeh Bilang Begini

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah

Siantar, hetanews.com - Walikota Hefriansyah melaporkan Sekda Budi Utari ke Inspektorat Provinsi Sumut. Kedua orang paling wahid ini dikabarkan menjalin hubungan tak harmonis ditengah menghadapi sekelumit pemanggilan sebagai saksi dari penyidik Poldasu.

Isu ketidak harmonisan kedua pimpinan ini pernah terendus saat aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi di gedung DPRD Pematangsiantar Kamis (5/9). Pengunjukrasa pun meminta DPRD Pematangsiantar memanggil Wali Kota.

Wali Kota Hefriansyah ditemui dirumah dinas Wali Kota Rabu (11/9/2019) siang, menolak berkomentar mengenai hal itu. Dia memilih pergi dan mengarahkan Kabag Humas Pemko Pematangsiantar menjawab pertanyaan itu.

Hammam Sholeh mengakui adanya laporan Walikota ke Inspektorat. Tapi dia memastikan itu bukan laporan. Hanya meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan kepada Sekda.

"Sifatnya bukan melaporkan. Meminta menginvestigasi. Terkait beberapa isu yang sampai ke Pak Wali," kata Kabag Humas Pemko Pematangsiantar ini.

Menurut Humas, Wali Kota Hefriansyah mendapat laporan jika Sekda Budi Utari melakukan penyalahgunaan wewenang. Pada April 2019 Wali Kota resmi menyampaikan persoalan itu ke Inspektorat Sumut. 

"Jadi kita enggak tau kalo ini lah misalnya penyalahgunaan wewenang-nya. Makanya Pak Wali minta Inspektorat turun, benar ga itu?," ucapnya.

Hammam tak tahu percis apa laporan yang didapat Hefriansyah sehingga menuduh Budi melakukan penyalahgunaan wewenang. Dia juga membantah jika hubungan keduanya retak. 

"Gak retak, masing masing kerja kan. Sekda kan bekerja dengan tupoksi-nya Wali Kota juga kan," imbuhnya.

Hammam juga menjawab rumor yang menyebut ketidakharmonisan antara Wali Kota dan Budi Utari diawali masalah dugaan pembagian fee proyek. Kata dia itu sungguh tak benar.

"Aku pun gak tau kenapa baru sekarang bisa muncul masalah ini," ucap Sholeh menambahkan.

Wali Kota melantik Budi Utari sebagai Sekda pada 29 Maret 2018 silam. Pelantikan Sekda itu sempat membuat kaget publik. Bahkan ada yang protes.

Tak disangka-sangka mantan kepala BPKAD Kabupaten Padang Lawas itu dilantik Hefriansyah sebagai Sekretaris Daerah [Sekda]. Sementara disebut-sebut ada nama calon lain yang diprediksi menjadi Sekda dengan perolehan nilai tertinggi.

Pasca OTT di kantor BPKAD Kota Pematangsiantar pada 10 Juli 2019 silam, penyidik Tipidkor  Polda Sumut memanggil Wali Kota Hefriansyah dan Sekda Budi Utari sebagai Saksi. 

Tidak itu saja, keduanya juga belum lama ini memenuhi panggilan sebagai saksi di Polda Sumut terkait kasus yang menyeret eks Plt Dirut PDPHJ, Benny Sihotang, atas dugaan penipuan dan penggelapan proyek revitalisasi Pasar Horas tahun 2018.

Hingga berita ini diturunkan, Sekda Budi Utari belum memberikan penjelasan mengenai dirinya dilapor oleh Wali Kota ke Inspektorat Provinsi Sumut. Sementara isu pergantian posisi Sekda beredar luas.

Penulis: gee. Editor: edo.